lawalataipb/ July 27, 2011/ Ekspedisi Lawalata/ 3 comments

 

Bogor, Selasa (26/7) Rasa penasaran dari Tim “International Cave Expedition Lawalata IPB” Mengenai akses goa Han Son Dong (goa terbesar di Dunia) akhirnya terjawab. Jawaban itu di dapat usai Lawalata IPB berdiskusi panjang dengan Tim dari BCRA (British Cave and Reaserch Association) dan BBC Knowladge (British Broad Casting) kamis (14/7) di Son Track Distrik, Propinsi Quang Binh, Vietnam.

Saya sangat senang dengan kedatangan kalian. Kalian adalah Tim pertama setelah kami yang datang untuk mengeksplore goa-goa di taman Nasional Phong Na Ke Bang. Namun Sampai saat ini Han Son Dong tidak dapat dimasuki siapapun, ungkap Hoard Limbert (Leader Expedition BCRA). Beliau sangat salut dengan kami, baik dari dokumentasi yang kami dapatkan dan profil dari Tim yang berangkat. Terlebih semua Tim yang ada tergolong kaum muda yang masih Mahasiswa, Ungkap miftah (23).

Sampai Saat ini Goa Han Son Dong masih dalam reaserch BCRA. Kedatangan Tim dari Lawalata IPB berbarengan dengan BCRA dan BBC yang akan menyelesaikan reaserchnya di goa tersebut. Di goa tersebut masih banyak menyimpan sejuta misteri. Biota dan tanaman goa yang kaya akan nilai ilmu pengetahuan, Sehingga patut di lindungi.

Bisa atau tidaknya kami mengeksplore Han Son Dong sudah kami pikirkan sebelum kami berangkat ke Tempat ini. sehingga tidak ada rasa kecewa yang begitu dalam dari kami. Alternatifnya kami akan tetap mengeksplore goa-goa di kawasan ini yang tidak kalah potensinya dengan Han Son Dong. ungkap Miftah Ayatussurur (23) leader tim Lawalata IPB.

7 hari berada di Lokasi Taman Nasional Tim dari Lawalata IPB berhasil mengeksplore 3 goa yang ada di Kawasan tersebut. Goa-goa tersebut adalah Phong Na Cave, Dark Cave, dan  Hang En Cave. Untuk menuju Phong Na dan Dark Cave, Tim harus menelusuri sungai Son selama 1 jam menggunakan perahu. Sedangkan Hang En menghabiskan waktu satu hari perjalanan untuk pergi dan pulangnya, untuk menuju mulut goa tersebut Tim harus melewati beberapa bukit dan menelusuri sungai Cai.

Goa-goa disini memiliki ruang dan chamber yang sangat besar. Tediri dari banyak block break down dan oranamen-ornamen yang sangat besar. Keindahan ornamen yang di lalui sungai Son dan Sungai Cai masing-masing memiliki karakter yang berbeda, terutaman dari segi keindahannya. Hal tersebut disebabkan perbedaan tinggi luapan air sungai dari keduanyai. Ungkap Riza (22) anggota Tim Ekspedisi.

Dengan tiga goa yang kami eksplore sudah lebih dari cukup bagi kami. tidak bisa membayangkan bagaimana Han Son Dong. untuk swift cave saja membutuhkan tiga jam untuk mendapatkan satu foto yang bagus. Sangat sulit untuk mendapatkan penerangan cahaya. Ungkap Faisal (22) anggota tim ekspedisi.

Banyak pembelajaran yang kami dapatkan dalam ekspedisi ini. salah satunya mengenai pengelolaan Taman Nasioanal. Sangat bagus dan taat akan aturan yang ada. Harapan kami semua agar pengelolaan di tempat ini dapat di terapkan di Indonesia. Khususnya pada kawasan karst yang memiliki karakter dan tipikal karst yang sama seperti halnya di Taman Nasional Bantimurung-Blusaraung. Ungkap mufti (21) anggota tim Ekspedisi.

Mufti Ode / L290

3 Comments

  1. Salut dan sukses untuk Tim Caving Lawalata-IPB ke Vietnam. Semoga hasil-hasil kerja dan pengalaman berharga kalian selama ini bisa disebarluaskan kepada masyarakat Indonesia. Lawalata….Jaya……
    Salam, Saburo-L-130

  2. mantap jaya buat tim Vietnam sebagai tim perintis penelusuran goa internasional. good job guyyss…!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*