lawalataipb/ January 7, 2012/ Studi Lapangan Anggota/ 1 comments

Foto tim bersama masyarakat Sansundi Pasca Upacara masuk Hutan

Sansundi berasal dari kata San yang berarti (mereka makan), Sun (mereka bawa) dan Di artinya di sini. Kampung Sansundi yang menghadap langsung dengan Samudera Pasifik di sebelah utara  menjadikan masyarakat memancing ikan untuk memenuhi konsumsi sehari-hari. Sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan hutan yang merupakan “Ibu” bagi masyarakat Sansundi.

Pantai di Kampung Sansundi

Kampung Sansundi adalah salah satu dari 21 kampung yang berbatasan langsung dengan Cagar Alam Biak Utara, terletak di Distrik Bondifuar, Kabupaten Biak Numfor, sebelah utara pulau Biak, Papua.  Untuk mencapai lokasi dapat menggunakan kendaraan umum berupa mini bus atau biasa disebut “Taksi”,  melalui jalur utara Trans-Biak Supiori selama 2 jam dengan jarak 78 km dari kota Biak.

Cagar Alam Biak Utara adalah satu-satunya Cagar Alam yang terdapat di Kabupaten Biak Numfor dengan luas wilayah sekitar 6000 ha. Kawasan ini memiliki bentuk topografi perbukitan dan dataran rendah dengan puncak tertinggi di Maneren Baken (629 Mdpl). Daerah ini ditetapkan sebagai cagar alam dengan SK Menteri Pertanian No. 212/Kpts-UM/1982 dan berada dalam pengelolaan Badan Konservasi Sumberdaya Alam Irian Jaya I, Papua.  Ekspedisi Lawalata yang menjadi rutinitas tiap tahun ini merupakan  salah satu  program pembinaan anggota baru ,yaitu Studi Lapangan Akhir sekaligus sebagai salah satu syarat untuk menjadi anggota muda. Pelaksana Ekspedisi ini berjumlah 7 orang, dilaksanakan dari tanggal 09 Juli 2011 sampai tanggal 04 Agustus 2011.

Menurut ketua pelaksana Habiburahmat, “Masyarakat lokal cenderung untuk bertumpu sepenuhnya pada sumberdaya hasil hutan serta lahan hutan yang meningkat searah peningkatan laju pertumbuhan penduduk. Hal ini mengakibatkan terdegradasinya fungsi kawasan hutan, terutama hutan di dalam kawasan konservasi jika penggunaan yang berlebihan atau tidak taat aturan. Atas dasar keterbatasan informasi mengenai Interaksi antara masyarakat dengan kawasan hutan sebagai bahan pertimbangan penentuan kebijakan pembangunan itulah, kami memilih Kampung Sansundi sebagai tempat ekspedisi tahun ini.”  Ekspedisi Pulau Biak 2011 bertemakan Studi Interaksi Masyarakat dengan Tumbuhan Hutan di Cagar Alam Biak Utara. “Dengan kegiatan ini akan diperoleh informasi dan data mengenai interaksi masyarakat terhadap tumbuhan hutan di Cagar Alam Biak Utara yang nantinya akan didedikasikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan tanah Nusantara.” lanjut Habib.

Pantai di Kampung Sansundi

Tim Ekspedisi Lawalata IPB berhasil mendapatkan 56 jenis tumbuhan, dengan rincian 33 untuk obat herbal, 7 dipercaya sebagai mitos dan 16 sebagai tumbuhan pangan, sandang dan papan.  Hasil ini berdasarkan informasi yang didapatkan tim dari masyarakat Sansundi. Namun berdasarkan pengamatan di lapangan tim hanya menemukan 52 tumbuhan yang berhasil di dokumentasikan. Ini disebabkan tidak semua jenis tumbuhan boleh diketahui orang luar, karena ada beberapa tumbuhan tertentu yang bersifat sangat rahasia. Konsekuensi bila dilanggar adalah keampuhan dari tumbuhan tersebut hilang atau orang yang memberitahukan akan menemui ajalnya. “Umumnya tumbuhan yang rahasia itu hanya diketahui oleh orang yang berhasil mengetahui secara turun temurun, transfer selanjutnya pun dilakukan ketika orang tersebut sudah sangat tua dan siap untuk meninggal.” ujar bapak Mikha Pombos.

Foto tim bersama masyarakat Sansundi Pasca Upacara masuk Hutan

Hasil dari kegiatan ekspedisi ini adalah laporan kegiatan, film documenter, album foto kegiatan dan penerbitan buku secara popular mengenai Interaksi antara masyarakat dengan hutan, yang dimulai dari pra kegiatan sampai pasca kegiatan. Tim telah melaksanakan seminar hasil ekspedisi pada bulan Oktober 2011 yang dihadiri oleh 200 peserta.

Oleh Dafid Kurniawan/ L317

tulisan ini juga dimuat di majalah gatra

1 Comment

  1. Pingback: Cagar Alam Biak Utara | Indonesian Forest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*