lawalataipb/ May 13, 2012/ Ekspedisi Lawalata/ 2 comments

Diatas buku mungkin ada setan tetapi diatas bumi pasti ada tuhan” prinsip ini yang selalu ia gunakan dalam menjalani hidupnya. Belajar langsung, menyelusuri seluk beluk bumi ini adalah jalan terbaik untuk mengenal tuhan dan makhluknya. Menjadi manusia yang selalu ingin menapakan kakinya ke tempat-tempat dimana tuhan menciptakan keindahan dan misteri didalamnya yang belum terungkap.  Mendedikasikan dirinya ke dalam dunia yang sangat fluktuatif yaitu berpetualang dimana setiap harinya, setiap langkahnya, setiap kayuhannya adalah momen-momen yang berharga dan indah, serta menjadi mata pelajaran yang terbaik dalam hidupnya.

Karena sebuah buku berawal dari penelusuran langsung suatu tempat” begitu jawab Gilang Embang/ L261.

______

“Terimakasih untuk lawalata, karena berawal dari sini mimpi itu dibuat dan terwujud” ucap embang. Kata itu terucap ketika  malam dimana h-1 sebelum keberangkatannya, walaupun saat itu hanya ada beberapa anggota Lawalata (bucok, bolor, oneng, uye, dan saya) dengan tumpeng sebagai bentuk doa, bangga, dan bersyukur bagi kami untuknya.

Sambutan Ketua Lawalata 2011/2012

Malam itu kami terteguh dengan sebuah kata “mimpi”. Kata ini yang terucap oleh embang dimana ia bisa memulai perjalanan keliling dunia ini. “Jangan pernah tidak bermimpi”, ucapnya. “mimpi dapat memulai sebuah cita-cita. Ketika kita sudah memiliki cita-cita maka tanamkan dalam hati kalau cita-cita itu akan terwujud. Disetiap lamunan membentuk angan cita-cita itu akan terwujud. Lamunan positif akan memberikan energi positif ke dunia sehingga setiap gerakan kita di setiap harinya tanpa disadari akan membawa kita menuju capaian cita-cita itu. Dan selalu sebarkan impian kita ke orang lain, sehingga ini akan menjadi semangat buat diri kita”

Ia memang tak pernah lepas dari keyakinan bahwa mimpinya akan terwujud walaupun terkadang semangatnya naik turun. Dimulai dari ia masuk Lawalata, membuat ia membentuk hasrat menelusuri seluk beluk tempat-tempat di dunia ini. Bahkan, salah satu spiritnya untuk lulus IPB adalah untuk dapat segera memulai mewujudkan impiannya ini. Sudah setahun lebih, sejak ia lulus, mempersiapkan ini semua, dari materi hingga fisik. Hingga awal Januari 2012, ia putuskan sebagai bulan keberangkatan. Namun, tuhan berkata lain. Kakinya sempat dua kali terkilir hingga ia harus mengurungkan niat keberangkatan. Hampir dua bulan ia harus memulihkan kakinya. Pertanyaan-pertanyaan dari sms, facebook, atau secara langsung “sudah sampai mana atau kapan berangkat?” membuat ia sedikit terbebani.

kata-kata itu membuat batin gw tertekan tapi itu semua yang membuat gw jadi semangat, berarti gw harus segera cepat-cepat berangkat” ucap ia ketika selalu dihujani pertanyaan seperti itu.

Ketika semangatnya menurun atau merasa ia akan mampu atau tidak menjalani ini semua, ia akan berucap “hal yang paling baik adalah kegagalan ketika sudah mencoba dari pada terpuruk karena belum pernah mencoba

Impiannya, cita-citanya, dan semangatnya ingin sekali ia tularkan ke kawan-kawan di Lawalata. Seperti dalam buku pribadinya, ia pernah menuliskan, “semoga temen-temen lawalata dan AM-AM baru memiliki semangat dengan mimpi yang luar biasa, selalu ingin menelusuri tempat-tempat baru yang menurut orang tidak mungkin tetapi sebenarnya mungkin, gw terkadang merasa kesal ketika mapala lain bisa membuat gebrakan eksplor yang luar biasa, gw ingin lawalata juga seperti itu

________

Akhirnya hari ini tiba: 12 Mei 2012. Pukul 03.00 PM waktu take off dari Bandara Soe-Hatta, diperkirakan ia akan sampai pukul 06.00 PM di Kuala Lumpur. Kalimat yang ia ucapkan berulang-ulang ketika dalam perjalanan ke bandara “gw seneng banget tetapi deg-degan”.

Dua setengah tahun, capaian waktu keliling dunia, bukan target tempat yang ingin ia capai tetapi target waktu. Bekal uang yang ia bawa kurang lebih satu juta rupiah. Sepertinya uang selalu tidak menjadi masalah disetiap perjalanan solo sepedanya. Ia tidak menjadikan uang sebagai permasalahan utama. Walaupun begitu, ia sudah mempersiapkan bagaimana nantinya ia akan mendapatkan uang, seperti ngamen dengan suling, menjual pulpen dengan corak batik, menjual baju batik (jika terpaksa), dan menjual lukisan-lukisan budaya Indonesia atau bekerja sesaat. Seperti tema dalam perjalanannya “cultural exchange for better life and peace”. Selain bertujuan mendapatkan uang, ia akan membawa budaya Indonesia ke dunia. Ia sudah mempersiapkan sepedanya dengan corak batik yang menunjukkan ia berasal dari Indonesia yang memiliki budaya yang khas.

Target perjalanan, setelah mencapai Kuala Lumpur, ia akan menuruskan ke Thailand. Dan dilanjutkan ke Laos hingga ke China. Ia harus mencapai China sebelum dua bulan karena visanya berlaku dua bulan sejak sekarang. Negara selanjutnya, akan ia rencanakan nanti disetiap perjalanannya. Empat benua yang ingin ia capai, benua Asia, Eropa, Afrika, dan diakhiri Amerika. Ia tidak memiliki rencana yang pasti dan terperinci, seperti ucapnya “terkadang, rencana yang terbaik adalah tidak memiliki rencana”. Ketika ia ditanya rencana jalurnya, ia akan lebih menjawab “tergantung kondisi dijalan nanti”. Tidak memiliki rencana bukan berarti tidak memiliki rencana sama sekali. Ia sudah intense mempersiapkan semuanya hingga yang terbaik dimulai dari November 2012. Selain menggunakan sepeda, ia akan menempuh perjalanan dengan kapal/ pesawat ketika menyebrang dan diakhiri berlayar menuju Indonesia kembali.

Gambaran rute yang direncanakan

______

Pukul 14.15 WIB, ia sudah masuk untuk check in (bandara soekarno-hatta). Sosoknya terlihat terakhir kali ketika ia masuk kedalam. “sedih tetapi senang, sebentar lagi ia bisa mencapai cita-citanya” dalam hati saya. Saya berbalik arah menuju bangku menunggu jemputan. Terdiam sendirian karena jemputan baru datang setengah jam lagi. Sambil memikirkannya,, saya hanya terlamun dalam benak sendiri tetapi dalam angan-angan, ia ternyata balik lagi sambil menghampiri saya. Ahh! Sepertinya tidak mungkin, hampir setengah jam saya menunggu dan jemputan sebentar lagi akan datang.

Ternyata sosoknya datang dan duduk didepan saya. Saya kaget, ini bener embang?! Ia sambil berkata “gw telat”…….haaah gubrak?!

“telat gimana, beneran?” Tanya saya

“iya..” Jawabnya

“gw telat check-in 15 menit gara-gara disuruh nge-wrap sepeda dulu padahal gw maunya check-in dulu. Pesawatny si belum take off, cuma telat 15 menit doank, katanya harus check-in 45 menit sebelum take off, semua udah pada masuk pesawat,  gw ga boleh masuk lagi”

Cobaan memang akan selalu ada, mungkin ini pertanda baik untuk selanjutnya (amin). Dengan sabar, ia mengurus ke supervisi. Walaupun harus membayar 500ribuan lagi, ia hanya berkata “mudah-mudahan barokah ya..anggap aja sedekah, kayanya tuhan mengharuskan tiga hal, pertama gw memang harus membawa uang sedikit, kedua gw mang harus lebih lama sama lu, dan ketiga..tidak tahu nih apa lagi

Pesawat selanjutnya take off jam 08.00 PM dan tiba di Kuala Lumpur jam 11.00 PM. Ia berencana akan bermalam dibandara Kuala Lumpur dan memulai mimpi besarnya esok pagi tanggal 13 Mei 2012.

Mohon doa yang terbaik dari saudara-saudara Lawalata semua untuk Gilang Embang, semoga ia selalu dilindungi tuhan dan diberi kemudahan, serta dapat kembali lagi ke Indonesia, amiin…Satu kunci berharga yang dibawanya adalah “kuncinya jangan sombong dan selalu ramah, karena dari situ banyak orang yang akan membantu kita bahkan tuhanpun juga karena tuhan tidak suka dengan orang yang sombong” ucap bang Mirza Indra/ Saburo/L130 ketika ia berpamitan dengannya. “bener bang, iya…”jawabnya

sepatah kata:

 

(Cita Ariani/L276)

2 Comments

  1. mantab nih.. sampai ketemu lagi 2,5 tahun kedepan… sukses selalu buatmu mbang

  2. Pingback: Dari Bogor Keliling Dunia dengan Sepeda | GUDANG ILMU

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*