lawalataipb/ February 21, 2014/ Aksi/ 0 comments

Mengikuti Lokakarya Sinkronisasi Penanggulangan Bencana dan Dampak Terhadap Pertanian

Suasana saat Lokakarya Penanggulangan Bencana Kamis 20 Februari 2014Semoga ini bukan acara usul udin. Usul – usul saja namun tidak ada realisasi. Semoga menjadi starting point untuk mulai koordinasi dan bergerak bersama, dengan dilandasi ilmu pengetahuan,”ujar  Pak Dodik selaku Direktur Kajian Strategis Kebijakan Pangan saat penutupan acara.

Kamis 20 Februari 2014, Kajian Strategis Kebijakan Pertanian mengadakan lokakarya bertema Sinkronisasi Penanggulangan Bencana dan Dampak Terhadap Pertanian. Acara yang berlangsung di Rektorat Andi Hakim Nasution lantai 6 ini dibuka langsung oleh rektor IPB Prof. Dr. Herry Suhardiyanto. Dalam sambutannya, beliau menyatakan mungkin selama ini sudah dilakukan koordinasi, namun sangat perlu sinkronisasi berbagai elemen dalam menghadapi kebencanaan.

Pembicara kunci acara ini adalah Kepala BNPB yang diwakilkan oleh Direktur Pengurangan Risiko Bencana Lilik Kurniawan, S.T, MSi. Beliau menyampaikan, berdasar data yang dihimpun oleh BNPB selama kurun waktu 30 tahun terakhir pada 1982 sampai 2012 tercatat 10817 kejadian bencana, dengan bencana banjir menduduki urutan tertinggi sebanyak 4000 kejadian 38 persen,longsor 18 persen, putting beliung  18 persen serta bencana kekeringan 13 persen.

Tercatat 225 509 jiwa korban yang meninggal atau hilang akibat bencana tersebut. Dampak kerusakan dan kerugian akibat bencana besar tahun 2004 sampai 2013 sekitar Rp 162.8 trilyun dengan total pembiyaan pemerintah untuk penanganan tanggap darurat dan rehabilitasi-rekonstruksi pasca bencana sebesar Rp 102 Triliun. Ini belum lagi ditambah dengan jumlah korban jiwa serta kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana yang terjadi dalam 3 bulan terakhir di Manado (banjir bandang), erupsi Gunung Sinabung dan erupsi Gunung Kelud.

Adapun pemaparan materi terdiri dari berbagai pihak yang kompeten dibidangnya, yaitu Ir. Gatot Ari Putranto, MM Kepala Subdirektorat Dampak Perubahan Iklim Kemeterian Pertanian bertema dampak bencana alam banjir dan erupsi gunung berapi terhadap pertanian. Lalu Deny Hermawan, ST MT dari BAPPEDA berbicara Kebijakan Rehabilitasi Infrastruktur Pasca Bencana. Selanjutnya Prof. Dr. Euis Sunarti Kepala Pusat Studi Bencana LPPM IPB mengenai Resiliensi Masyarakat Terhadap Bencana. Terakhir oleh Dr. Hartoyo Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian pada Masyarakat.

Tujuan LAWALATA IPB yang tergabung dalam FOREPNA IPB (Forum Relawan Penanggulangan Bencana IPB) mengikuti lokakarya ini sebagai penguatan kapasitas anggota dan jejaring kerjasama. Harapannya, FOREPNA dapat berkoordinasi dan menjadi salah satu aspek yang mampu berperan ketika berbicara kebencanaan terutama dalam bidang Pertanian.

Oleh DK.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*