lawalataipb/ April 6, 2014/ Aksi/ 0 comments

Kampanye Hari Nelayan yg jatuh pada tanggal 6 April

Kampanye Hari Nelayan yg jatuh pada tanggal 6 April

“Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan yang Semakin Terpuruk karena laju Globalisasi Dunia”

“Sejahterakan sang Pahlawan Protein Bangsa”

“Mulailah Langkahmu dengan mengonsumsi Hasil Tangkapan Nelayan Bangsa”

begitulah yang di sampaikan dalam Poster yang dibuat oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (HIMITEKA) IPB. Poster tersebut dibuat dalam rangka memperingati Hari Nelayan Nasional yang jatuh pada tanggal 06 April 2014 ini.

Aksi yang dilakukan oleh HIMITEKA IPB adalah dengan mempromosikan Hari Nelayan ini di lokasi Car Free day Kota Bogor, di lapangan Sempur.

 Tidak semua warga Indonesia tahu Hari Nelayan Nasional ini, padahal Hari Nelayan ini sudah ditetapkan sejak Pemerintahan Orde Baru. Inilah Hari nelayan yang terlupakan.

Hari Nelayan ini mengingatkan saya kembali akan Negara Indonesia yang disebut sebagi Negara Kepulauan terBESAR di dunia. dan julukan lain untuk Indonesia adalah Negara Maritim. Negara Maritim ??? jika melihat julukan-julukan itu tentulah seharusnya Nelayan Indonesia sejahtera hidup di negara Kepulauan terBESAR di dunia ini. Namun bagaimana kenyataan nya????

Jumlah nelayan miskin  tahun 2011 (beserta anggota keluarganya) di pesisir adalah sebanyak 7,87 juta orang atau 25,14 persen dari total penduduk miskin nasional yang sebanyak 31,02 juta orang (sumber: Data Badan Pusat Statistik)

 kenyataan yang cukup mencengangkan bukan? padahal jika kita lihat jejak Negara Maritim ini banyak sekali kejayaan  pelayaran yang telah di lakukan oleh kerjaan-kerajaan di jaman dahulu seperti Kerajaan Majapahit, Sriwijaya dan Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara ini. Semua kerajaan tersebut terkenal dengan armada laut yang kuat. Selain itu banyak juga suku Indonesia yang terkenal sebagai pelaut ulung seperti Suku Mandar, Suku Makassar, Suku Bugis, Suku Bajo, Suku Buton, dll.

 Lalu mengapa bisa terjadi Nelayan Miskin??

Negara Indonesia sepertinya kehilangan Kepercayaan diri sebagai BANGSA yang besar.  Bangsa yang tidak tahu, tidak menyadari, atau bahkan LUPA bahwa potensi yang dimiliki oleh negaranya ini sangatlah BESAR. Indonesia terlalu banyak terpengaruh oleh pihak Asing.

 Yang kita butuhkan saat ini adalah membangun kepercayadirian bangsa bahwa kita MAMPU MANDIRI.

 Lalu siapa yang akan membangun bangsa ini menjadi bangsa yang mandiri?? di butuhkan sebuah karakter Pemimpin yang mampu peduli tehadap Bangsa Indonesia. Karakter Pemimpin yang berjiwa Nasionalisme.

 Oleh Topbir/ L 333

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*