lawalataipb/ April 24, 2014/ Aksi/ 0 comments

Tumpukansampah yang menghalangi keluarnya perahu karet

Tumpukansampah yang menghalangi keluarnya perahu karet

Senin, 21 April 2014

Membentuk tim untuk evakuasi inventarisasi alat LAWALATA IPB yang masih tertinggal di TKP paska kecelakaan arung jeram di sungai Cisadane, Bogor.

Tim evakuasi alat terdiri dari :

  1. Linda Rosalina (KoordinatorLapangan)
  2. Anggi Putra Prayoga
  3. AnnasRadenSyarif
  4. MiftahAyatussurur
  5. Tiara EstiArdi
  6. Sheila
  7. Soledad

NOTE :dari meeting point menuju TKP, tim menggunakan 4 motor

Pencarian alat :

  1. Perahu karet LAWALATA IPB
  2. Dry Bag (berisi barang berharga para awak perahu)

Peralatan yang dibawa :

  1. Tali statis ; 1
  2. Tali dinamis ; 1
  3. Carabiner ; 10 – HMS ; 2 –Oval ; 17 (hitam 2)
  4. Puley rescue ; 1
  5. Pulley fix ; 1
  6. Ascender  ; 3
  7. Croll ; 2
  8. Basic ; 1
  9. Harnes ; 2
  10. Cowstail ; 3
  11. Webbing – besar ; 19 – kecil ; 7
  12. Snap ; 8

Kronologi Pencarian

08.30     Tim berangkat dari Sekretariat LAWALATA IPB menuju TKP, Sungai Cisadane, gang Kelor, Kelurahan Menteng, Kota Bogor Barat

09.00     Tim tiba di lokasi dan menjumpai relawan yang tergabung dalam BSC (Bogor SAR Community), ada WAPALA Unpak dan DAMKAR Kota Bogor, serta Mapala dari Trisakti – Jakarta.

                WAPALA Unpak yang sudah tiba terlebih dahulu mengabarkan bahwa di cerukan (setelah turunan) melihat satu bantalan perahu karet berwarna oren, satu dayung, dan dry bag berwarna biru.

09.30     Tim bersama relawan lainnya dikomandani oleh Kang Iwan menginstal alat untuk mempermudah dan mengamankan dalam mengambil barang-barang yang berada di cerukan.

10.10     Tim bersama relawan berhasil mengangkut barang-barang dari cerukan ke atas daratan. Barang-barang tersebut antara lain : satu bantalan perahu, satudayung, dan dry bag warnabiru. Di dalam dry bag tersebut berisikan HP Android Lenovo milik Alm; HP, kunci motor dan dompet milik Firdaus, kamera SLR berikut tasnya milik Jamani; dan makanan yang dibawa saat pengarungan kemarin. Semua isi dalam dry bag dalam kondisi kering dan tidak ada yang rusak satu pun termasuk makanan.

10.20     Tim dan relawan briefing untuk mendiskusikan cara mengangkat perahu ke atas daratan.

Kondisi perahu saat itu sudah tidak nampak di sungai, kemungkinan berada di bawah sungai, sebagian badan perahu terjepit bebatuan/celah dan terhantam arus.Perahu tidak dapat keluar dari celah diduga akibat terhalang tumpukan sampah yang berada di tengah jalur, sehingga menutupi jalur air lewat.

Target dari brieifing adalah mengangkat tumpukan sampah yang berada di tengah jalur agar perahu yang berada di bawah bias lewat hingga kearus yang tenang. Cara yang ditempuh adalah dengan memperkecil debit air melalui pintu bendungan Cisadane, dan memotong tumpukan sampah menggunakanchainsaw.

10.30     Linda dan Tiara pergi menuju  bendungan Cisadane – Empang, sedangkan tim yang lain menginstal alat.

11.00     Linda dan Tiara bertemu Pak Jumanta, penjaga bendungan/pintu air Cisadane di Empang. Setelah proses lobi, akhirnya Pak Jumanta mengijinkan untuk mengurangi debit air Cisadane yang masukke gang Kalor, Menteng.

                Saat itu air dialihkan ke induk sungai Cisadane yang berada di Bojong Gede.Pintu air yang dibuka hanya satu dan bisa mengurangi/menyurutkan debit air setinggi 10 cm. Estimasi surut/ kurangnya debit air cisadane di gang kelor adalah satu jam sejak dibukanya pintu air induk sungai cisadane, yaitu di antara jam 12 siang.

12.00     Tim berhasil menginstal alat, dan kemudian membagi tugas untuk membersihkan tumpukan sampah yang menjadi target.

14.00     Hujan mulai turun dan evakuasi pun dihentikan untuk dilanjutkan besok.

15.30     Hujan sudah reda dan alat pun di clean.

Selasa, 22 April 2014

08.00 Berangkat Anggi dan Sheila yang rencana awal untuk survey bagaimana perkembangan kondisi di lapangan (kemunculan perahu, kondisi tinggi air sungai).

10 Menit Anggi surve di lokasi, pihak Boggie menelepon perkembangan di lapangan, kondisi dijelaskan oleh Anggi, dia menyatakan yang sudah dilakukan yaitu mencoba memotong akar bamboo, dan menceritakan kegiatan yang sudah dilakukan hari senin. Lalu , pihak dari Boggie mengirimkan 2 orang (datang setengah jam kemudian setelah menelepon).

Setelah Boogie menelepon, 10 sampai 15 menit kemudian datanglah pasukan Damkar 4 orang dengan membawa Chainsaw.

Setelah itu dilaksanakan Briefing antara Lawalata IPB, Boogie dan Damkar. Hasil diskusi bongkahan akar bamboo ditarik menggunakan, sling baja dan wins (disiapkan oleh Boogie) dan tackle (disiapkan oleh Damkar).

Tak lama kemudian, datang Wapalapa dan Atmawana.

10.30

Tim berbagi tugas, Damkar mengambil Tackle dan  Lawalata berkoordinasi dengan pak Jumanta untuk membuka pintu air maka air teralirkan ke sungai induk cisadane sehingga tinggi permukaan air di TKP menurun. Karena pintu air sedang dibersihkan (dari sampah ang terhalang di pintu air) maka baru bisa dibuka pukul 12.

 13.00

Tinggi permukaaan air di TKP turun (lebih surut dari hari sebelumnya), bagian perrahu terlihat samar. Tim, memasang lintasan untuk memeriksa kondisi perahu. Setelah memasang lintasan, Tim Wapalapa turun untuk mencoba menarik perahu, namun belum berhasil. Lalu perahu ditusuk untuk mengeluarkan angin, karena perahu tersangkut di batu dan bambu. Tim menarik perahu kea rah hilir (sekitar 10 orang) dan akhirnya perahu bisa diarahkan untuk diangkat ke tepi sungai. Menggunakan kernmatel dan wince perahu ditarik ke tepi sungai, karena tinggi air dengan permukaan darat sekitar 1,5 sampai 2 meter, hal ini menyulitkan pengangkatan perahu.

Ternyata perahu belum berhasil diangkat karena perahu menyimpan air yang berada di dalam perahu (tube). Sehingga perahu ditusuk kembali untuk mengeluarkan air.

Yeah, perahu berhasil diangkat, dilipat dan dibawa ke pabrik Boogie untuk dilihat tingkat kerusakannya.

Rabu 23 April.

Hardian dan Adiyantara mengecek ke pabrik Boogie. Menurut Pak Anas, kerusakan dinilai tidak terlalu parah dan tidak ringan. Lawalata dan Boogie akan mengadakan pertemuan lebih lanjut perihal hal ini.

Terima kasih kami ucapkan kepada pihak yang turut membantu selama proses hari H kecelakaan hingga evakuasi perahu.

Wapalapa Pakuan, Atmawana UIKA, Bogor Sar Community, Pemadam Kebakaran Cibuluh Kota Bogor, Tagana Kota Bogor, Ketua RT Gang Kelor, PT Boogie Advindo, Trisakti, Faizal (depan gang sungai), Sagalaya, Forkamedi, Polmas Bogor Raya, Pak Nunut (yang meminjamkan tambang), Pak Joni (yang meminjamkan mobil), Pak Jumanta (penjaga pintu air Ciliwung – Cisadane). (mohon maaf bila ada yang mungkin belum tersebut).

Salam Lestari!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*