lawalataipb/ June 1, 2014/ Aksi, Opini/ 3 comments

Suasana Memancing di Cikarawang

       Ketika kaki menapaki sebuah kantor desa yang bersahaja, rasa ingin tahu kami seolah terbang dari sangkarnya. Rasa ingin tahu itu terbang dengan genit, kemudian kegenitan itu menjadi wawasan baru bagi kami. Kantor desa  itu adalah kantor desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Bogor. Kami disambut dengan hangat oleh Pak Sapturi, seorang kepala desa dengan perawakan besar, kulit putih, dan pandangan mata tegas. “Kalau yang tentang pertanian sudah banyak, tetapi kalau tentang air belum ada… Ya saya setuju bila adik-adik mengkaji tentang air,” ucap Pak Sapturi. Tatkala kata setuju menguap ke udara, inilah stimulus bagi kegenitan kami.

      Pernyataan tersebut menguatkan kami untuk fokus mengkaji air di desa Cikarawang. Ruang lingkup mencakup pengetahuan masyarakat terhadap pancuran, jumlah mata air, bentuk pemanfaatan dan bagaimana upaya pelestarian oleh masyarakat.

       Air  merupakan salah satu unsur bumi yang masih erat kaitannya dengan manusia. Interaksi antara manusia dengan air tidak bisa dipisahkan. Mulai dari hal yang paling kecil hingga yang paling besar. contoh kecilnya pada saat kita haus yang kita cari pertama pastilah air dan contoh yang paling besarnya adalah disaat kita mandi pasti menggunakan air. Bahkan sekitar 70 persen dari tubuh kita berisi air.

        Selain air, kami juga ingin tahu terkait mata pencaharian, kesehatan masyarakat, dan mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Hal ini tersiap saji dalam bentuk kuisioner dengan mayoritas pertanyaan terbuka. Hasilnya adalah laporan kegiatan yang akan diserahkan ke pihak desa.

       Kegiatan berlangsung pada hari Sabtu dan minggu (17, 18 Mei 2014). Walau kondisi hari Sabtu sore hujan, tidak menyurutkan semangat kami untuk berkegiatan. Desa Cikarawang merupakan salah satu desa lingkar kampus IPB. Jarak yang dekat sehingga sebagian besar kami berjalan kaki menuju tepi danau Situ Burung (home base tim).

       Metode pengambilan sampel dengan random sampling dengan syarat orang yang berdomisili di desa  Cikarawang. Teknik yang digunakan wawancara dan snow ball. Responden sebanyak 32 orang dengan perwakilan Kepala Keluarga (tidak ada dua responden atau lebih dari satu Kepala Keluarga).  Idealnya, jumlah responden berdasar rumus slovin 95 orang, namun sebagai langkah awal dan waktu yang terbatas, tim bersepakat cukup sekitar 30 orang.

     Selain kuisioner, tim mencari 1 tema yang menarik sesuai observasi di lapangan dan menuliskannya dalam bentuk penulisan popular. Hasilnya, ada yang menceritakan legenda Situ, tata cara menanam bambu, tanaman Gaharu dan cerita lainnya. Tulisan ada yang bersifat deskripsi, deskripsi narasi, opini dan eksposisi.

     Selanjutnya, hasil kegiatan ini menjadi dasar informasi bagi kita semua untuk melakukan kajian yang lebih mendalam. Kami sebagai mahasiswa pecinta alam berencana melakukan aksi nyata sesuai dengan kapasitas kami, misal: aksi bersih dengan mulung sampah di sekitar pancuran, memetakan titik pancuran lalu dibuat petanya, pendekatan ke masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan. Intinya kami ingin berkegiatan untuk mendukung upaya pelestarian air. Karena berbicara air berarti berbicara masa depan untuk lingkungan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Salam Lestari!

3 Comments

  1. Pingback: Menelusuri Mata Air | komunitasmenulisbogor

  2. Pingback: Survey Lapangan Desa Cikarawang, Dramaga Bogor | Catatan Perjalanan dan Karya Tulis

  3. Saat musim kemarau kembali mengunjungi sumber air, ada beberapa mata air yang kering tidak keluar air sama sekali. Mata air yang biasa mengalir deras terlihat surut. Fenomena ini menarik, berarti musim mempengaruhi kondisi mata air. Apakah ada upaya masyarakat untuk mempertahankan ekosistem agar mata air tetap lestari?

    Diperlukan gerakan2 kampanye dengan cara sosialisasi ke masyarakat. Sosialisasi bukan hanya sekedar pengumuman, tapi mengkomunikasikan apa yang disampaikan dapat terinternalisasi ke masyarakat dan masyarakat bergerak (melakukan) apa pesan dari sosialisasi tsb.

    Semangat terus untuk kita mengkampenyekan Save Water!!
    Ayo peduli air kawan…
    Salam Lestari!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*