lawalataipb/ June 1, 2014/ Catatan Kajian/ 0 comments

            Bicara soal mata air sudah biasa. Lain halnya dengan pohon bambu dan pemakaman. Pohon bambu biasa dikaitkan dengan hal-hal mistis, apalagi bicara soal pemakaman. Tak diragukan lagi ketakutan akan timbul jika membicarakan tentang hal yang satu ini. Namun di balik pohon bambu yang dibilang mistis ternyata ada hal lain yang lebih penting. Yaitu bambu menjadi indikator air bersih. Semakin banyak bambu yang tumbuh, maka di sana akan terdapat sumber air yang bersih. Berbeda dengan pemakaman.

            Dari sekian banyak mata air yang ada di Desa Cikarawang, semuanya memiliki keadaan yang hampir sama, yaitu dikelilingi oleh rumpun bambu dan di dekatnya terdapat pemakaman. Pemakaman tidak terlalu berkaitan dengan sumber airnya, tapi lebih ke rumpun bambunya. Pemakaman sering dibuat di dekat rumpun bambu karena jika berada di rumpun bambu, pemakamannya akan terlindungi dan biasanya di dekat rumpun bambu banyak tanah kosong yang dijadikan pemakaman.

       Desa Cikarawang merupakan salah satu desa yang berada di kawasan lingkar kampus IPB. Desa Cikarawang terletak di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Letaknya tepat setelah gerbang belakang kampus IPB Dramaga. Desa Cikarawang terdiri dari 3 buah dusun, 7 RW, dan 32 RT.  Jumlah penduduk yang mendiami desa ini sebanyak 8.227 jiwa dengan 2114 KK yang terdiri dari 4.199 laki-laki dan 4.028 perempuan. Desa ini berbatasan langsung dengan dua sungai yaitu Sungai Cisadane dan Sungai Ciapus.

            Berdasarkan informasi yang didapat dari warga sekitar Desa Cikarawang, terdapat banyak sumber mata air. Tidak diketahui pasti berapa jumlah dari mata air tersebut, tapi diperkirakan lebih dari 20 mata air. Mata air ada di setiap RW. Khusus RW 4 yang terdiri dari 5 RT yang saya kunjungi memiliki satu mata air pada masing-masing RT. Kondisi mata air yang saya datangi cukup teratur, sudah diberi batasan, namun masih kurang terjaga kebersihannya. Hal ini terlihat dari banyaknya sampah yang menumpuk di samping mata air.

          Desa Cikarawang telah dianugerahi oleh Tuhan dengan memberikan mata air yang banyak dan tidak pernah kering meskipun di musim kemarau. Semoga anugerah ini tetap ada dan tentunya dijaga sebagai bentuk rasa syukur terhadap nikmat yang telah diterima.

oleh Waluh/ AM

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*