lawalataipb/ June 1, 2014/ Catatan Kajian/ 0 comments

Tim Berfoto di Pancuran Benda, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Bogor

Tim Berfoto di Pancuran Benda, Terlihat banyak sampah plastik di sekitar Pancuran.

Salah satu sumber airnya yang terkenal adalah pancuran benda. Pancuran ini cukup luas dan dikelilingi oleh pohon bambu. Walaupun terlihat sangat menyeramkan, tetapi cukup indah juga. Warga desa mengaku kalau pancuran ini sangat membantu mereka terutama mereka yang tidak memiliki sumur. Selain untuk keperluan sehari – hari ternyata air ini juga bisa diminum secara langsung tanpa dimasak terlebih dahulu.

Walaupun sumber air ini cukup berguna bagi warganya tetapi banyak yang harus diperbaiki dari sumber air ini, salah satunya adalah akses menuju sumber air. Aksesnya masih cukup sulit karena terlalu jauh dari pemukiman, jalannya cukup terjal dan licin. Selain itu pipalonnya juga masih cukup sederhana hanya terbuat dari bambu sehingga air yang mengalir sedikit. Selain itu kalau terkena banjir dari sungai akan rusak dan hanyut. Tempat untuk mencuci yang disediakan oleh kepala RT juga tidak dimanfaatkan oleh warga sehingga tidak terurus dan kotor. Keluhan dari warga juga untuk memperbaiki dan memperbesar tempat pancuran agar lebih efisien penggunaannya.

Walaupun bermanfaat ternyata sumber air ini belum dimanfaatkan warga secara penuh. Terlihat dari sampah yang masih banyak berserakan di sekitar pancuran, tidak terawatnya tempat pancuran sehingga tidak berfungsi lagi sebagai sumber air. Padahal jika dilihat dan direnungkan lagi sumber air ini bisa dijadikan sumber pemasukan bagi desa mereka sendiri. Sumber air yang bisa langsung diminum ini bisa dijadikan sebagai depot air atas nama desa mereka. Selain itu sumber air ini juga bisa dijadikan sarana pariwisata dengan keunggulan sumber airnya. Dengan berbagai promosi di sosial media atau media massa desa ini bisa terkenal dan pasti banyak pengunjung yang penasaran dengan kehebatan sumber air ini. Dimana lagi ada sumber air yang segar, jernih, takkan pernah habis walaupun musim kemarau, dan bisa langsung minum tanpa harus ke sumber mata air gunung?

oleh Bedur/ AM

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*