lawalataipb/ June 1, 2014/ Catatan Kajian/ 0 comments

Pada suatu hari terdapat titik-titik air yang jatuh dari awan, air tersebut jatuh ke permukaan tanah dan meresap, sebagian mengalir di permukaan tanah, yang meresap kemudian  mengalir turun dalam rongga rongga di dalam tanah hingga terhambat oleh suatu lapisan tanah yang kedap air kemudian tertampung di lapisan tersebut, inilah yang disebut air tanah. Namun akibat beberapa gejala alam seperti gempa bumi yang mengakibat pergeseran lapisan tanah sehingga terbentuk aliran air bawah tanah yang mengalir dari dataran tinggi menuju dataran rendah hingga berakhir di laut. Terkadang terdapat celah yang menghubung aliran tersebut menuju permukaan tanah yang akhirnya disebut titik mata air.

Titik inilah yang awalnya menjadi sumber kehidupan bagi manusia termasuk bagi Desa Cikarawang. Sumber-sumber mata air tersebut keluar dari berberapa permukaan tanah yang miring secara alami di beberapa RW. Aliran inilah yang dimanfaatkan masyarakat untuk mandi, mencuci, bahkan diminum langsung. Tidak ada yang mengetahui pasti kapan pertama kali air ini muncul, namun  mereka yakin bahwa mata air tersebut tak akan berhenti mengalir. Tercatat hampir di semua RW di Desa Cikarawang memiliki mata air. Namun belum ada kesadaran mengenai kebersihan lingkungan sekitar mata air seperti terdapat banyak sampah terutama sampah kemasan sabun cuci. Sungguh disayangkan. Titik-titik kehidupan.

Oleh Belalang/ AM

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*