lawalataipb/ September 15, 2014/ Studi Lapangan Anggota/ 0 comments

dalam rangka Dies Natalies LAWALATA ke-40

dalam rangka Dies Natalies LAWALATA ke-40

                LAWALATA IPB akan tepat berusia 40 tahun pada tanggal 21 September 2014. 40 tahun bukanlah angka yang kecil untuk melambangkan usia sebuah organisasi. 40 tahun yang lalu, Suryo Adi Wibowo (L 001) dan teman-temannya bergerak untuk menyatukan seluruh mapala-mapala fakultas yang tersebar di kampus Institut Pertanian Bogor. Dengan bekal tekat dan semangat yang kuat, beliau dan kawan-kawan berhasil mendirikan organisasi pecinta alam yang diberi nama LAWALATA IPB.

                Dalam rangka Dies Natalis LAWALATA IPB yang ke-40, dengan bangga kami mengadakan Seminar Ekspedisi Tanah Borneo dengan tema “Karst Merabu untuk IV Dekade LAWALATA IPB”. Seminar yang diadakan pada tanggal 21 September 2014 ini, akan menampilkan hasil dari Ekspedisi Tanah Borneo yang dilaksanakan pada bulan  Juli lalu di Desa Merabu, Kec. Kelay, Kab. Berau, Kalimantan Timur.  Seminar ini mengambil tempat di Gd. GMSK, Fakultas Ekologi Manusia, Kampus IPB Dramaga. Acara dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai selesai. Dalam seminar ini, kami menghadirkan pembicara Arzyana Sungkar dosen Fakultas Kehutanan dan A.B. Rodhial Falah seorang praktisi speleologi. Sebagai hiburan,  akan ada pertunjukan seni dari komunitas seni budaya di IPB bernama Masyarakat Roemp0et.

                Seperti halnya seseorang yang sedang merayakan ulang tahunnya, LAWALATA IPB pun ingin berbagi kebahagiaan dengan mengundang mereka yang ada di sekitar kami. Kami mengundang mahasiswa IPB dan mapala se-JABODETABEK untuk turut bersama merayakan Dies Natalis LAWALATA IPB dengan hadir di Seminar Ekspedisi Tanah Borneo.

SALAM LESTARI!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*