lawalataipb/ September 28, 2014/ Catatan Kajian/ 0 comments

Kajian Amblypygi di Gua Siparat dan Sipahang, BogorKajian Amblypygi oleh Lasti Fardila

Tidak melulu soal ekspedisi dan perjalanan. Sebagai anggota mahasiswa pecinta alam, kita juga harus menjunjung Tri Dharma perguruan tinggi yang terdiri atas pendidikan, penelitan dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk hasil penelitian adalah tulisan. Berikut sekilas penelitian Lasti Fardilla mahasiswi Biologi IPB dalam memenuhi syarat kelulusan sebagai Sarjana Sains. Lasti atau yang akrab disapa Percil mengkaji tentang Diversitas dan Distribusi Amblypygi (Arachnida) di Gua Siparat dan Sipahang, Bogor.

Intinya, penelitian ini untuk mempelajari Amblypygi di Gua Siparat dan Sipahang. Penelitian ini dilakukan karena belum adanya publikasi terkait Amblypygi di kedua Gua ini. Metode yang digunakan yaitu hand collecting secara sensus visual di sepanjang lorong Gua selama 3 bulan. Dari sekian spesimen yang ditemukan dan dikoleksi kemudian diidentifikasi untuk menentukan jenis apa saja yang ada di Gua tersebut.

Setiap Amblypygi yang ditemukan ini dicatat jaraknya dari pintu masuk Gua, dan kalau di satu titik yang sama terdapat lebih dari 2 Amblypygi maka diukur jarak antar individu tersebut. Ini sebagai data distribusi yang nantinya. untuk mendukung data distribusi dan kondisi Gua.

Percil  juga melakukan pemetaan dengan metode forward method secara bottom to top. Sedangkan untuk melengkapi data lingkungan Gua sebagai faktor abiotiknya, Percil melakukan pengambilan data lingkungan, yaitu suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya.

Kaitan antara Gua dan Amblypygi

Ekosistem Gua ditemukan pada bagian dalam bentang alam karst. Lingkungan Gua memiliki kegelapan, kelembapan, dan suhu udara yang relatif stabil sepanjang tahun, serta keterbatasan sumber pakan (Suhardjono 2006). Bentuk adaptasi dari individu di dalam Gua dapat menimbulkan spesies endemik (obligate cave-dwelling species). Penelusuran dan sampling di dalam Gua yang sulit menyebabkan penelitian tentang fauna Gua masih sedikit (Culver et al. 2006). Individu Gua banyak didominasi oleh invertebrata (Culver et al. 2000) khususnya Arthropoda, diantaranya adalah Amblypygi.

Amblypygi merupakan salah satu ordo dari Arachnida yang dapat dijumpai di dalam Gua. Ordo Amblypygi mempunyai 5 famili, yaitu Paracharontidae, Charinidae, Charontidae, Phrynichidae, dan Phrynidae (Harvey 2002). Tiga famili tercatat di Indonesia, yaitu Charontidae (Rahmadi dan Harvey 2008), Charinidae (Rahmadi et al. 2010) dan Phrynidae (Harvey 2002a). Sebanyak 158 spesies Amblypygi telah teridentifikasi (Harvey 2007) dan hampir sepertiganya merupakan hypogean (Romero 2009).

Amblypygi memiliki karakteristik pedipalpus raptorial yang kuat dilengkapi dengan duri-duri tajam. Tubuhnya pipih dan bagian prosoma ditutupi oleh karapas, di bawah karapas terdapat sepasang kelisera. Amblypygi memiliki empat pasang tungkai. Sepasang tungkai pertama termodifikasi sebagai organ perasa dan tiga pasang tungkai lainnya untuk berjalan. Tungkai depan yang termodifikasi memiliki bentuk yang tipis dan panjang, menyerupai antena, sehingga dinamakan kaki antena(Weygoldt 2002).

Amblypygi hidup di wilayah tropis dan subtropis yang lembab, namun beberapa dapat hidup di wilayah subsahara (Predini et al. 2005). Amblypygi aktif pada malam hari dan sering bersembunyi di bawah batu atau pohon yang lembab pada siang hari (Weygoldt 2002). Di dalam Gua, Amblypygi ditemukan pada celah-celah dinding. Peranan Amblypygi di dalam Gua adalah sebagai predator. Karst sebagai area hotspot Gua-Gua mengalami banyak ancaman akibat kerusakan ekosistem. Kerusakan ekosistem karst secara tidak langsung akan mengganggu habitat Amblypygi yang hidup di Gua. Oleh karena itu, penelitian mengenai keragaman Amblypygi di Gua, khususnya Gua Siparat dan Sipahang penting untuk dilakukan.

Sumber : Lasti

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*