lawalataipb/ June 15, 2015/ Aksi, Desa Ciampea, Lain lain/ 0 comments

Banyak cara membangun masyarakat termasuk kaum muda untuk peduli terhadap lingkungan. Salah satunya mengenalkan potensi lingkungan di sekitar tempat tinggal. Seperti yang dilakukan oleh Perkumpulan Mahasiswa Pencinta Alam Lawalata IPB yang mengenalkan potensi karst kepada siswa-siswi SMA.

Rabu, 10 Juni 2015 LAWALATA IPB melakukan sosisalisasi bertema ‘Pengenalan Ekosistem Karst Gunung Cibodas Ciampea’. Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan ‘Inventarisasi Sebaran Gua Ciampea’. Sejak Maret 2015, Lawalata melakukan kajian berupa mendata sebaran titik mulut gua, penelusuran gua (caving) dengan melakukan pemetaan (mapping) dan inventarisasi biota gua (biospeleology). Hasil kajian disosialisasikan dalam bentuk presentasi, pemutaran trailer film dokumenter dan diskusi.

Kegiatan sosialiasi dimulai dengan pre test untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta mengenai karst. Walaupun letak Karst Gunung Cibodas sangat dekat dengan sekolah mereka, hasil pre test menunjukkan sedikit peserta yang mengetahui tentang karst. Sebelum masuk ke materi inti, peserta melihat trailer film dokumenter mengenai ekosistem karst Gunung Cibodas yang sedang diproduksi oleh Gecko Studio. Film ini akan menggambarkan kondisi alam karst Gunung Cibodas, potensi dan ekonomi masyarakat sekitar.

Siswa SMAN 1 Ciampea sedang menyimak presentasi yang disampaikan oleh tim LAWALATA IPB

Siswa SMAN 1 Ciampea sedang menyimak presentasi yang disampaikan oleh tim LAWALATA IPB

Terakhir, setelah mendapatkan materi peserta diberikan post test bertujuan untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Setelah kegiatan Mutia siswi kelas 11 menuturkan “Saya baru mengetahui potensi apa saja yang ada di gunung kapur Cibodas, sehingga memotivasi kami untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.”

Mengenal Potensi Karst Ciampea

Karst memiliki potensi sumberdaya alam yang tinggi baik hayati maupun non hayati (Adji et al. 1999). Menurut Suryantoro (2000), karst biasanya memiliki bentang alam eksotis, flora fauna langka, berfungsi sebagai daerah resapan dan sumber air, kaya bahan tambang, serta kaya akan peningggalan pra sejarah. Bogor memiliki beberapa ekosistem karst, antara lain karst Gunung Cibodas Ciampea, karst Jagabaya di Parung Panjang, karst Cigudeg di Jasinga dan karst Cibinong.

Ekosistem karst Gunung Cibodas merupakan bentang alam karst dengan bentuk bukit tunggal yang memanjang dari arah timur ke barat. Topografi di sekeliling ekosistem karst ini berupa dataran sehingga merupakan satu-satunya karst berupa bukit yang terisolir. Kondisi ini membuat ekosistem karst tersebut menjadi rentan dan terancam punah baik hayati maupun non hayati. Kondisi ini diperparah oleh kegiatan eksploitasi berupa penambangan batu gamping yang berlangsung sejak tahun 1950-an.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh LAWALATA IPB, ada 18 (delapan belas) gua yang terdapat di ekosistem karst Gunung Cibodas. Semua gua yang ditemukan merupakan gua dengan lorong vertikal. Gua-gua tersebut memiliki potensi keanekaragaman hayati (fauna) yang unik dan tingkat endemik yang tinggi, sumber air, sarang burung walet, guano, serta ornamen gua atau Speleotherm yang berbentuk unik dan menarik. Hal ini disebabkan biota yang hidup di dalam gua pada ekosistem karst hanya mampu bertahan pada ekosistem tersebut.

Gua Sipanjang

Gua Sipanjang

LAWALATA IPB telah memetakan 7 dari 18 gua tersebut. Salah satu yang telah dipetakan adalah Gua Siwulung yang diduga merupakan gua terdalam di ekosistem ini. Gua Siwulung memiliki kedalaman sekitar 155 meter dibawah permukaan bumi. Menurut informasi yang didapatkan dari warga sekitar, dahulu gua ini memiliki potensi sumber sarang walet yang sangat besar, namun sekarang tidak lagi. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya sisa-sisa alat berupa batang-batang bambu berukuran panjang yang digunakan untuk mengambil sarang wallet. Pemanfaatan yang berlebihan dan perubahan kondisi ekosistem karst Gunung Cibodas diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gua ini tidak lagi aktif menghasilkan sarang walet.

Gua lainnya yang dipetakan adalah Gua Sipajang. Gua ini memiliki keanekaragaman biota gua yaitu kelelawar, arthropoda (hewan berbuku-buku) seperti Amblyphygi, Scutigeridae, Diplopoda, Blattodea, Raphidoporidae, dan serangga yaitu jangkrik. Gua ini juga memiliki banyak ornamen-ornamen gua seperti stalagmit (ornamen yang berada di lantai gua), stalagtit (ornamen di langit-langit gua), flowstone (ornamen berbentuk seperti air terjun berada di dinding gua) dan  pillar (stalagtit dan stalagmit yang menjadi satu akibat proses karstifikasi). Sebagian dari ornamen ini masih hidup yang ditandai dengan masih ada tetesan-tetesan air pada ornamen.

Potensi lain karst Gunung Cibodas adalah tebing panjat yang terletak di sebelah barat. Tebing ini banyak digunakan oleh para penggiat olahraga panjat tebing alam dari berbagai daerah seperti Jabodetabek dan Bandung. Di sekitar ekosistem ini juga terdapat air terjun (curug) Sikabayan dan sumber mata air Cipanas. Karst Gunung Cibodas juga menjadi habitat bagi Macaca fasicularis (monyet ekor panjang) yang jumlahnya masih cukup banyak di bukit karst.

Selain itu, ekosistem karst Gunung Cibas menyimpan sejarah dengan ditemukannya arca-arca yang diduga sebagai peninggalan dari zaman Kerajaan Padjajaran. Arca-arca yang ditemukan sudah dipindahkan ke Museum Pasir Angin di Leuwiliang, Bogor.

 

Membangun Pemuda-Pemudi Peduli Karst

Keberadaan ekosistem karst Ciampea sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Tidak berlebih bila khususnya mahasiswa IPB dan masyarakat umum menjadikan karst Ciampea sebagai laboratorium lapangan. Banyak kegiatan lapangan dan kajian yang telah dilakukan selain penelusuran gua (caving) dan panjat tebing (climbing), seperti analisis vegetasi, pengamatan habitat monyet ekor panjang, kualitas air yang keluar dari gua dan sosial ekonomi masyarakat Ciampea. Harapannya, kajian yang telah dilakukan dapat diketahui oleh masyarakat sekitar untuk Membangun Kepedulian Karst.

Tim LAWALATA IPB melakukan foto bersama siswa-siswi SMAN 1 Ciampea

Tim LAWALATA IPB melakukan foto bersama siswa-siswi SMAN 1 Ciampea

Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi kepada masyarakat penting dilakukan. Siswa-siswi SMA menjadi pilihan karena LAWALATA IPB ingin membangun kesadaran akan pentingnya kawasan karst dimulai sejak dini melalui generasi muda yang nanti akan menjadi generasi penerus bangsa. Menanamkan nilai-nilai pembangunan yang berkelanjutan dan lestari melalui generasi pemuda pemudi menjadi salah satu cara yang dipilih oleh LAWALATA IPB untuk menjaga keletarian karst Gunung Cibodas.

Oleh: Aziz Fardhani

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*