lawalataipb/ March 3, 2016/ Catatan Kajian, Studi Lapangan Anggota/ 0 comments

Gua Bloyot adalah salah satu gua yang dibanggakan masyarakat Merabu. Bukan karena guanya yang sangat dalam, atau ornamennya yang sangat indah, ataupun karena kehidupan guanya yang sangat kaya. Gua Bloyot tidaklah terlalu panjang namun cukup lebar seperti umumnya gua yang kami temukan di kawasan karst bukit merabu ini. Gua ini tidak memiliki zona gelap karena memiliki banyak muara atau mulut gua. Keistimewaan dari gua ini adalah gua bloyot menyajikan sedikit gambaran manusia masa lampau, dimana mereka menggunakan dinding gua sebagai kanvasnya bukan kertas atau media lainnya seperti manusia modern saat ini. Gua yang juga dikenal dengan nama Gua Harto ini menyajikan lukisan gua atau yang dikenal dengan istilah rock art. Gua sepanjang 91,4 m ini memiliki lukisan gua yang tersebar di dinding sebelah kanan gua, bila di lihat dari muara atau mulut gua. Lukisan ini tercetak di dinding ataupun bagian atap gua.

 

Sebagian besar lukisan yang ditemukan di gua ini adalah cap tangan manusia yang berukuran kurang lebih sama dengan manusia zaman sekarang. Terhitung ada 26 cap tangan yang ditemukan dengan ukuran dan pola penggambaran yang bervariasi. Diameter lukisan cap tangan berkisar antara 13-20.5 cm, beberapa cap tangan diperkirakan sebagai cap tangan anak kecil karena ukurannya yang lebih kecil dari cap-cap tangan lainnya. Pola penggambaran cap tangan ini diperkirakan adalah dengan teknik sembur karena bagian yang berwarna adalah bagian di sekeliling tangan bukan pada bagian tangan itu sendiri. Beberapa cap tangan digambarkan dengan pola titik-titik di tangannya dan beberapa tidak. Mayoritas cap tangan yang ditemukan di Gua Bloyot ini hanya cap telapak tangannya saja, namun ada satu lukisan yang menggambarkan dari telapak tangan hingga ke persendian siku. Lukisan cap tangan ini tidak hanya ditemui di dinding gua tetapi juga di atap yang tingginya sekitar 3-4 meter.

 Lukisan-lukisan di dinding Gua Bloyot (sumber:dok-L)

Lukisan-lukisan di dinding Gua Bloyot (sumber:dok-L)

Selain lukisan telapak tangan ditemukan juga lukisan yang menyerupai orang (berbentuk stick man) dan hewan. Lukisan yang menyerupai orang yang hanya satu-satunya ini tergambar dengan tinggi sekitar 15 cm dan lebar 10 cm. sedangkan untuk lukisan hewan ditemukan 3 jenis lukisan yang diperkirakan adalah lukisan kijang, laba-laba, dan satu hewan yang sulit untuk diperkirakan jenisnya. Lukisan kijang ini adalah salah satu gambar yang terbesar dibandingkan dengan lukisan lainnya. Lukisan kijang memiliki panjang sekitar 67 cm dan lebar 28 cm. lukisan laba-laba relative lebih kecil yaitu dengan panjang 47 cm dan lebar 30 cm. lukisan yang terbesar adalah lukisan hewan yang terakhir. Memang sulit mengidentifikasi ini adalah lukisan hewan apa karena ada bagian yang hilang dari lukisan ini. Bagian kepala dari hewan ini hilang karena adanya pengikisan lapisan dinding gua yang menyebabkan lukisan ini tidak lengkap. Diperkirakan lukisan yang memiliki panjang 113 cm dan lebar 30 cm ini rusak karena sering dipegang oleh pengunjung yang melihat keindahan lukisan gua di Gua Bloyot. Selain lukisan orang dan hewan ditemukan juga beberapa lukisan yang abstrak atau tidak dapat diidentifikasi bentuknya. Total lukisan yang ditemukan di Gua Bloyot adalah 32 buah.

Lukisan hewan yang hilang bagian kepalanya di dinding Gua Bloyot (dok-L)

Lukisan hewan yang hilang bagian kepalanya di dinding Gua Bloyot (dok-L)

Ada beberapa kepercayaan yang tersebar di antara masyarakat merabu mengenai keberadaan lukisan-lukisan ini. Ada mitos yang mengatakan bahwa lukisan-lukisan ini adalah cap tangan dari Bunga Inu, seorang wanita yang sangat cantik keturunan dayak lebo. Ia melarikan diri dari desanya ke hutan dan bersembunyi di dalam gua. Ia melarikan dirinya karena hendak dinikahkan bersama orang yang tidak disukainya. Di dalam gua, ia membuat cap-cap tangan itu sebagai penanda bahwa ia pernah berada disana. Sebuah jejak untuk keturunan-keturunannya mengenai keberadaan dan kisah hidupnya.
Terdapat dua kepercayaan yang tersebar di kalangan masyarakat mengenai sejarah Bunga Inu.Ada yang mengatakan bahwa Bunga Inu seperti yang dijabarkan sebelumnya. Ada juga yang mengatakan bahwa Bunga Inu adalah nenek moyang suku dayak. Ia menikah dan keturunan-keturunannya-lah yang menjadi suku-suku dayak termasuk suku Dayak Lebo.
Beberapa lukisan yang menggambarkan binatang-binatang dan manusia dipercayai masyarakat Merabu sebagai sebuah kisah dari pendahulu mereka tentang pemanfaatan hutan untuk kebutuhan hidup. Lukisan ini menunjukan kehidupan masyarakat dayak lebo yang hidup dari hutan dan tinggal di gua-gua. Binatang-binatang yang digambarkan di dinding menunjukan binatang apa yang bisa dimakan dan tidak. Hal ini sejalan dengan masyarakat Merabu yang masih kental dengan kegiatan berburu untuk memenuhi kebutuhan pangan.Walaupun hewan pada lukisan tidak bisa dikatakan jelas apa jenisnya, namun cerita yang terkandung di dalamnyalah yang membuat lukisan-lukisan ini semakin menarik.

S.K

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*