lawalataipb/ March 5, 2016/ Kasepuhan Adat Ciptagelar/ 0 comments

Pada kesempatan kali ini saya diberi izin untuk mempelajari salah satu adat tata cara mengurus air untuk keperluan sawah dan rumah tangga. Saya diberi kesempatan untuk belajar langsung dengan pengurusnya yang bernama Aki Jomang. Aki Jomang (43 tahun ) adalah seorang pengurus air di Desa Ciptagelar. Aki ditunjuk langsung oleh abah seseorang pemimpin adat di kasepuhan ciptagelar. Mendapat kesempatan untuk menginap di rumahnya dan belajar langsung dengan Aki Jomang merupakan kesempatan langka sehingga saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu.

 

Air yang digunakan untuk keperluan rumah tangga dan sawah berasal dari bendungan Cibareno. Panjang selokan menuju bendungan Cibareno sekitar 5,5 km masuk ke dalam hutan. Untuk mengairi air sampai ke sawah abah dan ke rumah abah dengan membuat selokan yang ada sepanjang jalan menuju bendungan Cibareno. Kondisi jalan di sekitar selokan cukup mengkhawatirkan. Jalan menjadi becek dan licin ketika musim hujan tiba sehingga harus berhati-hati. Sebagai pengurus air Aki Jomang memiliki amanah yang besar terhadap ketersediaan air. Pekerjaan ini tidak mengenal waktu baik siang, sore maupun malam. Jika ada masalah yang membuat air tidak mengalir, aki ke selokan dan mencari sesuatu yang mengganggu dan segera memperbaikinya.

Aki biasanya ke selokan yang menuju bendungan Cibareno seminggu sekali. Aki membersihkan sampah seperti dedaunan, kayu dan ranting pohon yang tumbang dan hamper menghalangi jalannya air serta memperbaiki penahan air yang rusak. Aki sudah hapal dimana penahan air yang sudah rusak dan harus diperbaiki. Biasanya aki memperbaiki penahan air di selokan dengan tanah di sekitar selokan dan rumput yang ada di sekitar selokan. Aki Jomang berharap agar selokan di beri penahan dengan batu . hal tersebut dapat memudahkan Aki Jomang untuk mengurus air. Jika aki tidak pergi ke selokan, aki biasanya mengurus sawah dan ladang baik punya abah maupun punya aki sendiri.

Aki sempat bercerita bahwa beberapa bulan yang lalu pernah terjadi longsor sehingga membuat saluran air terhalang oleh tanah. Pada saat itu pukul 23.00 tanpa pikir panjang aki langsung mencari penyebab air tidak mengalir dan ternyata tanah longsor yang menyebabkannya. Aki membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam dari jam 23.00-02.00 WIB untuk memperbaikinya. Aki melakukan itu sendirian dengan berbekal golok, sepatu bot, dan cangkul serta senter dan beterai cadangan. Alat-alat tersebut merupakan bantuan yang diberikan oleh abah kepada Aki Jomang untuk memudahkan mengurus air. Selain tanah longsor gangguan yang pernah terjadi adalah batu besar yang menghalang selokan. Masalah ini aki tidak bisa melakukan sendiri sehingga aki meminta bantuan kepada warga ciptagelar dengan berbicara kepada abah masalah yang dihadapi dan mengumumkan kepada warga tentang masalah yang dihadapi.

Sudah sepuluh tahun aki bekerja sebagai pengurus air di kasepuhan ciptagelar. Pekerjaan ini merupakan turun temurun dari nenek moyang aki. Aki bekerja menggantikan ayahnya yang sudah berpulang. Aki melakukan ini dengan ikhlas tanpa digaji karena aki hanya berharap keluarganya dapat makan dengan layak dan diberi kopi serta rokok.

Alicha Prima/AM

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*