lawalataipb/ June 13, 2016/ Opini/ 0 comments

Apasih yang sebenarnya kita lakukan saat pembukaan itu?

Apasih yang sebenarnya kita lakukan saat pembukaan itu?

Berdoalah sebelum memulai segala sesuatunya. Dalam lingkatan yang besar dan rangkulan tangan yang kuat, kami berdoa untuk satu hal yang kami cintai bersama, LAWALATA IPB

Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor, atau yang juga dikenal dengan LAWALATA IPB memiliki sebuah budaya kecil yang memiliki makna sangat besar. Budaya ini adalah melakukan pembukaan dan penutupan untuk memulai dan mengakhiri sebuah kegiatan. Kegiatan apapun itu, baik besar, kecil, di kampus, di lapangan, dari se-sepele olahraga, hingga pergi berekspedisi, budaya ini tidak pernah ditinggalkan. Kegiatan pembukaan dan penutupan di LAWALATA dilakukan dengan membentuk lingkaran, saling merangkul, berselang-seling antara laki-laki dan perempuan, kemudian bersama kami memanjatkan doa untuk kegiatan yang akan kami lakukan. Terakhir adalah kami meneriakkan slogan yang sudah dikenal dengan sangat baik ‘LAWALATA, JAYA!’.

 

Pembukaan dan Penutupan ini memiliki beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar. Pelanggaran akan menimbulkan konsekuensi yang sudah disepakati bersama. Pembukaan dan Penutupan harus dilakukan untuk memulai dan mengakhiri kegiatan resmi di LAWALATA. Pembukaan dan Penutupan harus menggunakan sepatu dan atribut anggota LAWALATA, baik syal ataupun lencana. Anggota yang melanggar aturan tentunya akan mendapatkan sanksi. Misalnya saja, bila tidak menggunakan sepatu, anggota harus mengikuti pembukaan tanpa alas kaki. Masing-masing pelanggaran terhadap aturan saat pembukaan dan penutupan bernilai satu seri hukuman, yaitu 10 kali hitungan. Baik sit-up, push-up, atau pull-up.

Mungkin banyak yang berpikir, kenapa sih ribet banget? Toh hanya pembukaan saja. Mungkin banyak yang menyepelekan kegiatan ini. Akhir-akhir ini saya mengamati teman-teman sudah mulai malas melakukan pembukaan, apalagi penutupan. Semua seperti sudah terlalu lelah untuk sekedar mengangkat pantat, melangkahkan kami keluar, dan melakukan ritual ini. Tulisan ini bermaksud mengajak teman-teman semua kembali memaknai, apasih sebenarnya dibalik budaya ini?  Budaya yang entah dimulai sejak kapan dan masih dijalani sampai sekarang, semoga tentunya tidak akan pernah hilang.

Pemahaman ini saya dapati saat acara Buka Puasa Bersama LAWALATA IPB, Jumat 11 Juni 2016 kemarin. Sebelum kami memulai diskusi, A Yogi/L227 – yang menjadi motivator kami malam itu, memaksa kami untuk melakukan pembukaan sebelum memulai kegiatan ini. Setelah itu saya sedikit merenung dan menemukan sedikit pencerahan.

Inti dari kegiatan pembukaan dan penutupan adalah BERDOA. Tentunya menjadi sangat wajar dan normal untuk memulai kegiatan dengan berdoa, bukankah begitu? Sebagai organisasi yang sangat menghargai perbedaan, kami membebaskan semua orang untuk berdoa menurut agama, kepercayaan, dan cara kita masing-masing. Saat pembukaan dan penutupan, bersama kita menyatukan hati dan pikiran kita untuk mendoakan satu hal yang sama dengan cara kita sendiri-sendiri. Tapi tujuannya satu, mendoakan kegiatan kita berjalan dengan baik dan lancar dan kemudian juga berdoa untuk berterimakasih ketika kegiatan sudah selesai terlaksana. Semakin besar sebuah lingkaran, semakin kuat dan erat rangkulan, semakin banyak doa yang dipanjatkan, dan semakin keras menggetarkan teriakan kita. Mulia sekali bukan, budaya Pembukaan dan Penutupan ini?

Berdoa adalah sesuatu yang sakral, saat kita berbicara dengan sesuatu yang kita percaya lebih besar dari kita semua, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Agung. Tidak ada salahnya kita menggunakan sepatu sebagai sebuah penghormatan.

Terakhir yang tidak kalah penting adalah kebiasaan meneriakkan ‘LAWALATA, JAYA!’ sebuah jargon yang membakar semangat, memberikan rasa bangga dan kecintaan pada organisasi yang telah membawa kita sejauh ini. Sebuah keluarga yang telah membuat kita, menjadi kita yang sekarang. Organisasi yang mendewasakan, membangun pola pikir, dan menyediakan rumah untuk kita. Sampai waktu yang tidak ditentukan. Kapanpun kita ingin pulang, LAWALATA IPB akan selalu ada.

 

Bogor, 13 Juni 2016

S.K

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*