Musyawarah Besar Lawalata IPB 2016

lawalataipb/ November 4, 2016/ Berita Utama/ 0 comments


“Suatu organisasi dengan sistem yang sangat baik sekalipun, jika kebersamaan orang-orang didalamnya memudar, maka lambat laun organisasi tersebut juga akan ikut memudar.” -Anonim

Organisasi dengan tujuannya, memerlukan anggota yang mampu mewujudkan tujuan tersebut secara bersama-sama. Sehingga, mempertahankan orang-orang didalamnya merupakan suatu keharusan agar organisasi dapat tetap berjaya. Sebut saja organisasi ini dengan nama Lawalata. Jumat, 21 Oktober 2016 merupakan hari yang telah ditentukan untuk memulai sebuah agenda forum tertinggi dalam organisasi kami, Lawalata IPB. Terangnya langit Bogor kala itu, seperti memperkenankan dengan tulus acara yang akan kami lakukan. Pembukaan acara dimulai pukul 20.00 WIB diikuti oleh segenap anggota Lawalata IPB yang berstatus sebagai Anggota Muda (AM), Anggota Biasa (AB) dan Anggota Luar Biasa (ALB). Tak lupa, pembukaan juga turut dihadiri oleh anggota Masa Pembinaan Calon Anggota (MPCA) di Lapangan parkir gedung PKM IPB. Dengan segenap hati kami berdoa agar Musyawarah Besar (Mubes) Lawalata IPB ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Musyawarah besar Lawalata IPB dilaksanakan paling sedikit satu kali dalam setahun, seperti yang termaktub dalam AD/ART. Mubes hari pertama berlangsung di Sekretariat Lawalata IPB, kami melaksanakan sidang pleno I dengan agenda Pengesahan Formatur dan Presidium serta Pengesahan Agenda Acara dan Tata Tertib Mubes. Selesai dengan agenda pertama, maka pada malam itu kami lanjutkan agenda sidang pleno II yaitu Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum 2015/2016 oleh Kasrizal a.k.a Komor (L-358).

Sidang pleno II terus berlanjut hingga dini hari yakni Sabtu, 22 Oktober 2016 dan kemudian dilakukan skorsing pada pukul 04.30 WIB karena kondisi peserta yang sudah kelelahan. Sidang kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 09.00 WIB,  dengan tempat yang berbeda di Lembah kawaluyaan, desa Cihideung udik, Kecamatan Ciampea, Bogor. Setelah berlangsungnya diskusi panjang serta pembaharuan laporan hingga pukul 21.00 WIB akhirnya Laporan pertanggungjawaban Ketua Umum dan Badan Pengurus 2015-2016 diterima dengan syarat. Selang beberapa menit, agenda dilanjutkan kembali dengan sidang pleno III yaitu pembahasan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Lawalata IPB. Pembahasan AD/ART pada mubes kali ini menghasilkan pembaharuan-pembaharuan kecil, karena AD/ART yang ada  dirasakan sudah sesuai. Sehingga pembahasan AD/ART ini hanya berlangsung hingga pukul 23.00 WIB.

Keesokan harinya yakni Minggu, 23 Oktober 2016 masih ditempat yang sama dan dihadiri dengan anggota luar biasa (ALB) yang lebih banyak, kami mulai memasuki sidang pleno IV yakni dengan agenda Garis Besar Haluan Kerja (GBHK). GBHK ini di susun dengan tujuan menentukan garis besar kerja organisasi pada kepengurusan selanjutnya, dan penyusunan GBHK tersebut tentunya juga didasarkan pada Visi Misi dan kebutuhan organisasi. Penyusunan GBHK di fasilitasi oleh ALB yakni oleh Kak muslih (L-233) dan Bang Gonjes (L-189). Penyusunan GBHK berlangsung dengan perdebatan yang cukup alot, bukan karena debat kusir yang berlarut-larut, melainkan anggota menyampaikan secara kritis argumen serta ide-ide yang ingin mereka lakukan pada kepengurusan selanjutnya. Hingga pada akhirnya, semua titik terang dari hasil musyawarah tersebut tersusun pada GBHK saat ini yang telah di sahkan.

Selesai dengan siding pleno IV, maka sidang pleno selanjutnya merupakan sidang yang paling dinantikan oleh sebagian besar anggota Lawalata dimana agenda pada sidang pleno V ini adalah Pemilihan Ketua Umum Lawalata IPB Periode 2016/2017. Seluruh anggota yang hadir sangat antusias. Pencalonan ketua umum dilakukan dengan cara mengajukan diri. Kandidat yang mencalonkan diri menjadi ketua umum antara lain Wahyu Septa Sabda Alam a.k.a Combros (L-370) dan Fikrunnia Adi Prasojo a.k.a Ciba (L-371). Kedua kandidat ketum berasal dari angkatan yang sama yakni Angkatan Wasur dan Angkatan 51 IPB. Selanjutnya, peserta mubes yang hadir diperkenankan untuk melakukan tanya-jawab kepada kedua kandidat. Pertanyaan yang terlontar diantaranya terkait Visi Misi masing-masing ketum, dan perubahan yang ingin mereka lakukan pada kepengurusan selanjutnya. Setelah berlangsung sesi tanya-jawab, maka selanjutnya berlangsung sesi musyawarah untuk mencapai mufakat. Musyawarah berlangsung cukup lama. Peserta mubes memaparkan argumennya masing-masing dalam memilih ketum selanjutnya. Dengan segala pertimbangan pada akhirnya tercapai musyawarah mufakat dengan terpilihnya Wahyu Septa Sabda Alam (L-370) sebagai Ketua umum Lawalata IPB 2016/2017. Setelah selesai dengan pemilihan ketum, maka berlanjut sidang terakhir yaitu sidang pleno VI dengan agenda pengesahan hasil musyawarah besar.

SELAMAT KEPADA WAHYU SEPTA SABDA ALAM/ COMBROS (L-370) SEBAGAI KETUA UMUM LAWALATA IPB PERIODE 2016/2017. SEMOGA SUKSES DAN AMANAH DALAM MENJALANKAN RODA ORGANISASI LAWALATA IPB.

LAWALATA …. JAYA !!!

 

Dina S Saifuddin a.k.a Ceppy / L-364

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*