Bicycle to Sukabumi : “Menemukan Kembali Kebaikan Semesta”

lawalataipb/ March 29, 2017/ Berita Utama, Catatan Perjalanan, Cerita Anggota, Lain lain/ 0 comments

             Ide ini berawal dari candaanku bersama temanku, Tata alias Lamtoro. Keinginan untuk jalan-jalan dengan biaya seminimum mungkin menjadi dasar perjalanan ini. Kami ingin melakukan hal baru yang belum pernah kami lakukan. Akhirnya setelah bertemu dengan Kak Cungur dan berdiskusi dengan Kak Cebeg tercetuslah keinginan kuat: sepedaan. Lalu muncul pertanyaan lain: kemana? Ada beberapa saran yaitu Ancol, Kepulauan Seribu, Ciampea, dan Sukabumi. Setelah mempertimbangkan waktu, dana, dan fisik yang kami miliki, kami akhirnya memutuskan pergi ke Sukabumi. Muncul kembali pertanyaan, Sukabumi sebelah mana? Dengan modal googling kami menemukan nama Danau Bacan sebagai tempat menarik untuk dikunjungi. Konon katanya Danau Bacan merupakan bekas galian perusahaan tambang yang kemudian terisi air hujan sehingga membentuk genangan. Nama Bacan sendiri diambil dari warna kehijauan danau tersebut yang menyerupai bacan (batu akik).

Kami mulai melakukan rencana perjalanan dengan menyusun rute dan mempersiapkan logistik yang akan dibawa. Kami berpikir dengan membawa masing-masing 1 daypack sudah cukup untuk melakukan perjalanan selama 3 malam 2 hari. Meeting point kami adalah Bara, tempat kostku. Kami melakukan ritual pembacaan doa dan meneriakkan kata, “Lawalata jaya!” sebelum memulai perjalanan. Kami berangkat hari Jum’at, 10 Maret 2017 pukul 21.00 WIB dari Babakan Raya lalu menuju Jalan Raya Dramaga. Pukul 21.21 WIB kami berhenti di depan PKU Muhammadiyah untuk mengecek rute yang dipilih apakah sesuai atau tidak. Setelah beberapa menit kami mulai melakukan perjalanan menuju ke arah Cifor sampai ke Ciomas. Di Ciomas kami beristirahat lebih lama karena aku sakit perut. Kami berhenti di pom bensin Ciomas.

Berhenti di depan PKU Muhammadiyah Bogor.

Memarkir sepeda di pom bensin Ciomas untuk beristirahat sejenak.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Sukasari. Disini kami mengalami kendala dimana kami malah mengambil jalur kanan di pertigaan, sedangkan yang seharusnya diambil adalah jalur kiri dari pertigaan tersebut. Kami mulai menuruni jalan yang salah tersebut dan menjauhi Sukasari. Kami belum sepenuhnya sadar bahwa jalan yang kami ambil adalah salah. Sekitar 5 km kami mengayuh sepeda dan mulai membuka google maps. Akhirnya benar-benar sadar. Kami memutuskan untuk berhenti sebentar dan makan di salahsatu tempat makan. Kami bertanya kepada penjual makanan tersebut tentang daerah ini. Saran mereka adalah kembali ke titik awal daripada melanjutkan perjalanan dan menemukan rute baru. Alasannya adalah keamanan. Keadaan kami sudah kelelahan dan waktu sudah menunjukkan pukul 01.20 WIB. Kami mencegat angkot dan meminta diantarkan ke pom bensin Gunung Batu untuk istirahat.

Sepeda kami masuk angkot pukul 01.20 WIB.

Tidur di Mushola pom bensin Gunung Batu.

Kami tidur di mushola pom bensin Gunung Batu dengan perasaan waswas karena sepeda kami tidak memiliki kunci pengaman. Beberapa menit sekali kami terbangun dan mengecek keberadaan sepeda karena sepeda tersebut sangat berharga bagi kami untuk melanjutkan perjalanan. Ditambah sepeda tersebut adalah milik rekan kami, Kiki dan Bekol. Dampaknya adalah kami tidak memiliki tidur yang berkualitas karena kewaswasan ini.

Kami bangun pukul 05.30 WIB dan siap-siap melakukan perjalanan kembali. Kami menargetkan minimal sampai ke Ciawi dulu. Kami sarapan ketoprak di sekitar Ciawi. Kami tiba di Ciawi dan membelokkan sepeda menuju Jalan Raya Sukabumi. Kualitas tidur kami yang buruk membuat kami kurang fit dan memutuskan menaikkan sepeda kami pada mobil L300, angkutan umum menuju Sukabumi. Kami membayar Rp 40.000,- untuk sampai ke Cibadak. Di Cibadak kami mulai mengayuh sepeda kembali dan menemukan teman baru. Namanya Ayu. Dia orang Sukabumi asli. Meskipun asli Sukabumi, dia mengatakan bahwa belum mendengar nama Danau Bacan sebelumnya. Akhirnya kami mengobrol panjang dan Ayu mengajak kami ikut dengannya. Ayu berjanji akan mengenalkan kami kepada kawasan lain yang belum terekspos banyak di media.

Makan ketoprak sekitar Ciawi.

Beristirahat di Jalan Raya Sukabumi.

Kami menuntun sepeda bersama teman baru kami tersebut. Kami banyak bercerita tentang Sukabumi. Ayu bercerita banyak kawasan bagus di Sukabumi namun belum terlalu dikenal orang banyak. Ayu bercita-cita ingin mengenalkan wajah Sukabumi ini kepada khalayak. Kami menuju daerah Jampang, tempat tinggal Ayu dan keluarga. Jika dengan menggunakan angkutan umum harus dua kali naik angkutan umum dan satu kali naik mobil khusus ke daerah Jampang. Kami memutuskan bersepeda dan sesekali ikut mobil yang lewat saat sudah sangat lelah. Keramahan orang sini sangat kental, kami beberapa kali diizinkan ikut mobil bak yang lewat.

Perjalanan cukup lama dan melewati jalan berbelok yang masih penuh dengan hutan akhirnya terlewati. Kami sampai di rumah Ayu dan disambut dengan ramah. Kami dijamu banyak makanan dan disarankan untuk segera istirahat. Istirahat kali ini benar-benar seperti di rumah sendiri, berbeda dengan hari kemarin yang penuh dengan kewaswasan. Disini kami menemukan keluarga baru yang tanpa curiga menerima kehadiran kami.

Kami bangun tidur disambut dengan bau pisang goreng yang menggiurkan. Kami bersiap-siap melakukan perjalanan menuju tempat yang Ayu sarankan, yaitu puncak Buluh dan kebun teh daerah Tugu, Sukabumi. Kami berangkat hari Minggu pagi. Kami menggunakan motor menuju puncak Buluh ini. Waktu yang kami habiskan yaitu 2 jam 30 menit. Perjalanan menuju puncak Buluh ini membangkitkan adrenalin karena kondisi jalan yang cukup ekstrim. Beberapa kali harus turun dari motor karena jalan terlalu terjal dan berbatu.

Kami sampai di puncak Buluh pada siang hari. Hanya dengan membayar Rp 5.000,- per orang dan Rp 2.000,- untuk parkir motor, kami bisa menikmati keindahan Sukabumi dari puncak Buluh ini. Harga ini cukup murah mengingat feedback yang didapatkan. Disini menyediakan macam-macam photobooth, saung-saung tempat beristirahat dan menikmati keindahan puncak Buluh, wahana permainan seperti jungkat jungkit dan ayunan, serta sebuah tangga terdiri dari kurang lebih 15 anak tangga untuk melihat Sukabumi dari tempat yang lebih tinggi.

Salahsatu wahana permainan yang ada di puncak Buluh.

Pemandangan Sukabumi dari puncak Buluh

Setelah merasa puas, kami memutuskan untuk pergi ke tempat selanjutnya yaitu kebun teh di daerah Tugu. Sepanjang perjalanan Ayu selalu mengatakan, “Bukan hanya puncak Bogor yang punya kebun teh, Sukabumipun punya.” dengan menggunakan nada bersemangat. Perjalanan menuju kebun teh di daerah Tugu sangat mengasyikkan. Kami bisa melihat kiri kanan kami penuh dengan kebun teh. Ayu bilang kebun teh disini akan diolah kemudian dipasarkan. Benar saja kami menemukan pabrik teh di perjalanan.

Udara sejuk menepuk pipi kami. Hari sudah sore tapi kami masih sangat bersemangat menuju daerah Tugu ini. Sampai di daerah Tugu, Ayu mengatakan bahwa di suatu sisi kami bisa mendapatkan angle foto berbentuk hati dari jalinan jalan menuju sekitar kebun teh, namun sayang kami tidak mendapatkan fotonya.

Bersama Ayu dan teman-teman.

Kebun teh di daerah Tugu, Sukabumi.

Kami pulang setelah lewat magrib. Meskipun kami tidak jadi ke Danau Bacan tapi kami sangat senang bisa menemukan tempat dan keluarga baru.

Kami berniat ikut bersama kakak Ayu yang kebetulan akan pindahan ke Bogor. Kami pulang pukul 23.30 WIB dari Sukabumi menuju Bogor. Sepeda kami dimasukkan ke dalam mobil dan kami pamit kepada Ibunya Ayu. Kami tiba di Jalan Baru Bogor pukul 04.00 WIB. Kami menumpang hanya sampai Jalan Baru karena berbeda arah. Kami kembali mengayuh sepeda dengan semangat mengingat hari ini kuliah. Perjalanan kali ini mengajarkan kami kebaikan semesta melalui kebaikan orang-orang seperti Ayu dan keluarganya yang merupakan keluarga baru kami tentunya. Kami sampai pukul 05.00 WIB di meeting point dan mengucapkan syukur kepada semesta.

Pukul 04.00 WIB pagi di Jalan Baru, Bogor.

 

 

Arien Citha Utami/L-378

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*