Persiapan Dasar Seorang Pendaki

lawalataipb/ April 25, 2017/ Berita Utama, Uncategorized/ 0 comments

Kegiatan mendaki gunung menjadi tren yang digemari berbagai kalanngan ditanah air,terlihat dari banyaknya jumlah pengunjung di berbagai tempat pendakian, namun hal ini juga berbanding lurus dengan banyaknya jumlah kecelakaan hingga merengut nyawa pendaki. Selain dikarenakan faktor alam banyak juga kecelakaan disebabkan kesalahan manusia ( human eror ). Seperti kurangnya persiapan, kurang mengenali medan, hingga peralatan yang kurang memadai untuk kegiatan pendakian. Mendaki gunung tetap memerlukan persiapan khusus, baik teknis maupun fisik. Persiapan umum yang harus dimiliki sebelum mendaki gunung antara lain.

Mendaki gunung tetap memerlukan persiapan khusus, baik teknis maupun fisik.

Sebelum mendaki cari tahu dulu medan dan jalur pendakian serta . Gunung memiliki beberapa tipe medan seperti treeking (lintasan tanpa bantuan tangan), scrambling (jalur yang memiliki medan dengan kemiringan 45 sehingga memerlukan tangan untuk berpegangan serta menjaga keseimbangan) dan climbing yang memerlukan alat bantu pengaman dalam pendakian. Ketahui juga cuaca terkini, panjang dan lama waktu jalur serta tingkat keamanan sebab cukup banyak gunung-gunung di indonesia yang memiliki fasilitas yang masih kurang memadai seperti shelter, penambat pengaman dan lain sebagainya. Jika belum mengenal jalur ajaklah teman atau pemandu yang lebih mengenal medan.

Kesiapan fisik dengan melakukan medical check up beberapa hari sebelum mendaki dan latihan berdasarkan panjang serta medan dari jalur yang akan dilalui serta kuasaii alat bantu dalam kegiatan pendakian hal berlaku untuk setiap individu . Latihan ringan seperti push up, sit up, pull up dan jogging berkala dengan penambahan porsi olahraga secara bertahap, serta jangan lupa untuk pemanasan sebelum memulai pendakian. Kesiapan mental secara pribadi akan sangat berpengaruh pada kondisi tim. Jika kesiapan mental tidak dalam kondisi fit alangkah baiknya jika tidak memaksakan diri dan yang terpenting dari kesiapan mental adalah siap dalam kondisi darurat kesiapan ini mutlak dibutuhkan jika faktor alam mengancam pendakian. Persiapkan juga seluruh prosedur untuk perijinan memasuki dan mendaki kawasan. Setiap kawasan pendakian memiliki memiliki sistem administrasi sendiri dalam memasuki kawasan. Berapa kawasan memiliki peraturan tertentu seperti waktu buka dan tutup pengunjungan, batas waktu kegiatan mendaki hingga ketentuan logistik dan barang yang dilarang dibawa memasuki kawasan.

Peralatan serta alat bantu pendakian sangat penting untuk di manjemen bergnatung pada kondisi medan, cuaca, lama pendakian serta kondisi fisik dari pendaki itu sendiri.beberapa perlengkapan sepert pakaian baju lapangan, kaus dari bahan yang bisa menyerap keringat, celana (bukan jeans) secukupnya, jas hujan, kaus kaki,sepatu untuk mendaki (trekking). Peralatan untuk beristirahat (tenda), sleeping bag, matras, Peralatan untuk masak seprti kompor,panci, gelas / piring (dari plastik atau bahan lain yang tidak mudah pecah), pematik api,dan bahan bakar ada baiknya di packing basah dengan cara membungkus semua dalam kantung plastik besar sebelum dimasukan ke dalam tas . Carriel atau tas besar untuk menampung seluruh perbekalan dan persiapkan juga alat penerangan serta baterai cadanganya. Persiapkan juga P3K serta obat pribadi. Pembagian beban antar individu dan jangan terlalu membawa barang yang kurang penting akan menambah beban serta menimbulkan banyak sampah.

Pemilihan konsumsi berdasarkan kebutuhan karbohidrat, protein, lemak dan serat untuk mencukupi asupan energi dan gizi selama pendakian. Baiknya konsumsi disusun per-menu dan perhari sehingga mempermudah ketika pengepackingan hindari juga membuat menu yang memerlukan waktu penghidangan yang lama dan membutuhkan bahan bakar yang banyak. perhitungkan juga jumlah air yang akan dibawa dengan pos yang memiliki sumber mata air .

Tidak meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan mengambil apapun kecuali foto, jangan membunuh apapun kecuali waktu.

Selama kita mendaki Hormati kebiasaan setempat selain itu perhatikan juga petunjuk dari penjaga atau petugas kawasan. Simpan nomor kontak penting darurat seperti nomor badan pencarian dan petugas kawasan. Pastikan untuk menghubungi keluarga sebelum memulai pendakian tim darat mengenai rundown pendakian. Komunitas pendaki memiliki etika yang telah banyak dikenal yaitu jangan lupa untuk tidak meninggalkan apapun kecuali jejak, jangan mengambil apapun kecuali foto dan jangan membunuh apapun kecuali waktu.

Salam Lestari

Raycel Sunkar Tarigan/L-3

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*