Mari Menyapa Tambora!

lawalataipb/ July 29, 2017/ Studi Lapangan Anggota/ 0 comments


(Sabtu, 29 Juli 2017) Persiapan yang matang sangat dibutuhkan ketika melakukan suatu kegiatan, terutama kegiatan ekspedisi. Manajemen ekspedisi seperti pematangan materi, latihan fisik, persiapan logistik, dan perizinan sangat penting menyangkut dengan keselamatan tim ekspedisi. Tim “Ekspedisi Atap Sumbawa” telah melakukan persiapan lebih lanjut, yaitu pada hari Jumat, 28 Juli 2017 pukul 09.00 WITA tim melakukan audiensi di kantor Bupati Bima. Bapak A. Natsir, S.Sos selaku Kepala Komisi I DPRD Kabupaten Bima menyambut dengan “hangat” kedatangan kami. Realitanya, Bapak Ir. H. Nurdin selaku Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan memelihara Rusa Timor Flores yang merupakan hewan dilindungi dan menurut IUCN berstatus vulnerable (rentan).
Keesokan harinya, tim melakukan “gladi kotor” untuk “Ekspedisi Atap Sumbawa” ini. Segala sesuatunya harus sudah selesai dipersiapkan. Saatnya untuk memikirkan teknis di lapangan, karena esok adalah hari dimana tim bekerja keras demi kesuksesan ekspedisi ini.
Ekspedisi ini akan dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan jalur pendakitan Gunung Tambora, yaitu jalur Piong, Kawinda To’i, dan Doro Ncanga. Tim di jalur Piong beranggotakan Naufal Hawali, Indriani, dan Hana Dwi. Tim di jalur Kawinda To’i beranggotakan Iqbal, Reyka, dan Adel. Sedangkan tim di jalur Doro Ncanga beranggotakan Ahmad Juang, Salma, dan Naily. Terdapat juga pendamping dari Lawalata IPB yaitu Lestari pada jalur Kawinda To’I dan Gustaav Tangel pada jalur Doro Ncanga, selain itu pihak Taman Nasional Tambora dan mahasiswa PKL dari INSTIPER Yogyakarta turut menemani dengan berjumlah 4 orang setiap jalur.
Tim akan melakukan kegiatan di Taman Nasional Tambora selama 8 hari, dan melakukan kajian sosial budaya di desa terdekat dengan jalur pendakian selama 4 hari. Masing – masing jalur sudah ditentukan 6 titik penelitian, dan pada setiap titiknya akan dilakukan inventarisasi Rusa Timor Flores dengan metode line transect, dan analisis vegetasi habitat Rusa Timor Flores dengan metode berpetak. Kajian yang akan dilakukan di desa adalah mengenai pengaruh penetapan status taman nasional terhadap sosial masyarakat sekitar Taman Nasional Tambora. Kajian sosial budaya di desa menggunakan metode penelitian survei, adapun data diambil adalah data kuantitatif yang menggunakan kuesioner sebagai alat ukurnya dan data kualitatif dengan wawancara mendalam serta untuk mengklarifikasi data yang sudah didapat ketika tim berada di lapangan dan serta pada masyarakat sekitar, tim akan melakukan FGD (focus group discussion) bersama masing – masing kepala desa setempat dan informan untuk menggali lebih dalam informasi.
Alangkah baiknya, sebagai sesama manusia khususnya pencinta alam agar saling mendukung dan mendoakan satu sama lain. Untuk itu, kami mohon doanya demi kelancaran dan kesuksesan “Ekspedisi Atap Sumbawa” ini.

Salma Zubaidah (AM)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*