lawalataipb/ February 11, 2018/ Uncategorized/ 0 comments

Danau acap kali digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Mulai dari memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, berwisata, sampai edukasi. Danau Querry menjadi salah satu dari sekian banyak danau yang dijadikan sebagai tempat wisata dan saat ini Danau Querry populer dikalangan masyarakat luas karena asal – usul serta keindahan danau tersebut. Danau ini berada di Talaga, Cikupa, Tangerang, Banten.
Sabtu 6 Januari 2017 8 orang Mahasiswa Pecinta Alam IPB melakukan penelusuran mengenai bagaimana Danau Querry terbentuk, bagaimana manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar ketika Danau Querry menjadi sebuah objek wisata, serta bagaimana fasilitas dan flora fauna yang ada di kawasan Danau Querry. Kegiatan ini meliputi wawancara dan pengamatan disekitar Danau Querry.

Asal Muasal Danau Querry
Danau merupakan perairan stagnan yang mengisi cekungan di permukaan bumi. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya danau di permukaan bumi yaitu faktor alam dan manusia. Beberapa faktor tersebut diantaranya : letusan gunung berapi, dan aktivitas penambangan.
Aktivitas penambangan dilakukan demi mengambil batuan gunung yang dilakukan salah satu Perseroan Terbatas. Pengerukkan yang dilakukan terus menerus membentuk cekungan pada permukaan tanah yang cukup dalam. Sehingga cekungan tersebut mencapai persediaan air di bawah tanah yang pada akhirnya air tersebut mulai mengisi dan memenuhi cekungan yang terbentuk. Hingga lama kelamaan cekungan tersebut dipenuhi oleh air dan terbentuklah danau.
“Waktu penambangan gunung yang ada pada di bom terus materialnya dibawa sama orang-orang PT. Bekas pengerukkan dalamnya kira-kira 30m terus dibawahnya ada mata air mungkin karna saking dalamnya makanya mata airnya keluar terus ngisi cerukannya.” Pungkas Pak Acong (42 tahun) sebagai satu-satunya pengelola Danau Querry.

Fasilitas dan Flora Fauna di Danau Querry
Beberapa tahun yang lalu fasilitas yang ada di Danau Querry ini meliputi warung-warung kaki lima, saung untuk bermalam, dan mushola sederhana untuk menunaikan ibadah. Saat ini Danau Querry dikelola oleh Pak Acong seorang diri, fasilitas disana pun sudah tidak ada lagi karena satu dan lain hal yang terjadi beberapa tahun silam. Jadi kita hanya bisa menikmati dan mengabadikannya saja.
Tumbuhan yang ada di sekitar danau seperti pohon pisang, gaharu, dan petai cina. Sedangkan hewan yang ada disekitar danau yaitu burung Cekakak, burung Kutilang, tokek serta ikan mujair.

Dampak yang Dirrasakan, serta Harapan Warga Sekitar
Umumnya, danau kerap kali dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti, sumber air bersih, pengairan pertanian, pembangkit tenaga listrik, sarana edukasi dan penelitian, transportasi dan sebagainya mengingat danau memiliki banyak manfaat. Sama halnya dengan Danau Querry. Saat ini Danau Querry menjadi objek wisata yang cukup diminati oleh masyarakat. Banyak warga yang merasakan manfaat dari adanya Danau Querry seperti lapangan pekerjaan yakni sebagai penjaga kendaraan para wisatawan yang datang dan sebagai tempat pemancingan.
“Danau Querry sangat membantu warga sekitar karena membuka lapangan pekerjaan baru seperti berdirinya warung-warung kaki lima, bagian penjualan tiket dan tukang parkir. Banyak wisatawan juga yang menginap disini jadi suka banyak saung-saung yang disewain. Lumayan pendapatannya untuk bantu ekonomi keluarga.” Jelas Pak Acong.
Namun, beberapa bulan terakhir Danau Querry sudah tidak seramai dulu dikarenakan ada kecelakaan yang dialami seorang wisatawan yang tewas akibat tenggelam di danau ini. Warung-warung yang berada disekitar danau juga sudah tidak ada lagi karena di bakar oleh penduduk kampung lantaran diduga digunakan oleh remaja kampung untuk melakukan hal yang tidak baik.
“Warga ngebakar warung-warung disini soalnya buat yang bukan-bukan.” Kata Bimo (21 tahun) warga sekitar.
Menurut Pak Acong Danau Querry ini memiliki potensi yang cukup baik jika dikelola lebih baik lagi. Ia sudah mencoba berkomunikasi dengan Kepala Desa setempat untuk membantu memfasilitasi agar obyek wisata Danau Querry ini menjadi lebih baik tetapi, tidak ada tanggapan. Apa daya Danau Querry ini masih milik salah satu PT. Sehingga warga maupun Kepala Desa tidak bisa berbuat apa-apa.
“Harapannya saya mau buat mainan flying fox dari atas situ, terus bikin air terjun buatan biar makin banyak orang yang dateng kesini. Tapi saya benar-benar beraharap kalau Danau Querry adalah danau terakhir yang terbentuk akibat penambangan yang tidak melihat dampak dari keserakahan ini,” begitu kata Pak Acong.

-Tambora

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*