lawalataipb/ December 31, 2018/ Cerita MPCA/ 0 comments

Bagiku, selalu ada ilmu yang dapat dipetik pada setiap kegiatan Lawalata

Sabtu, 20 Oktober 2018 merupakan kegiatan lapang kami yang kedua dengan materi Navigasi Darat di Kampus IPB Dramaga dan  di Ciampea. Sebelum kegiatan lapang, pada hari Rabu, 17 Oktober 2018 kami peserta MPCA mendapat materi mengenai Navigasi Darat yang disampaikan oleh Ka Diding dan Ka Asep dari Kopassus. Pada kegiatan materi tersebut, kami diberitahu mengenai kompas, peta, protaktor, dan GPS. Mengenai kompas, dijelaskan tentang pengertian kompas, bagian-bagian kompas, dan teknik menggunakan kompas yang terdiri dari penggunaan kompas pada siang hari dan malam hari.  Mengenai peta dan protaktor, kami diajarkan dalam membaca peta dan medan pada peta yang diberikan oleh pembawa materi, cara dalam menentukan posisi dan kedudukan dengan sistem resection dengan melihat medan yang ada disekitar kita, dan sistem intersection dengan kedudukan objek yang jauh dari kedudukan kita diatas peta; dan cara menggunakan protaktor pada sebuah peta. Mengenai GPS, kami hanya diperkenalkan bagian-bagian dari GPS karena kehabisan durasi materi yang diberikan.

Kegiatan lapang mengenai Navigasi Darat di Kampus Dramaga IPB dimulai pukul 10.45 WIB, yang seharusnya pukul 10.00 WIB. Hal ini disebabkan karena peserta MPCA saling menunggu satu sama lain, lalu mencatat peserta MPCA  yang akan terlambat hadir dan tidak hadir karena kami tidak mengetahui secara lengkap mengenai kabar peserta MPCA lainnya hal ini disebabkan karena peserta MPCA tidak seluruhnya mengkonfirmasi selain kepada ketua angkatan lapangan pada saat itu yaitu Wildan di grup yang telah ada, dan kami bingung karena  tidak ada ketua kami saat itu karena akan terlambat hadir disebabkan ada kuliah umum serta merapikan PJM. Akhirnya, kami memiliki ketua angkatan sementara yaitu Saepul. Karena hal tersebut, pada awal kegiatan lapang kami telah memiliki seri yang harus dibayar. Kegiatan dilanjutkkan dengan pengecekkan PJM, dalam hal ini peserta MPCA masih banyak yang tidak membawa PJM dengan lengkap sehingga seri kami bertambah, dan kemudian ISHOMA. Setelah ISHOMA, kami melakukan uji coba mengenai materi Navigasi Darat di sekitar IPB dengan terbagi beberapa kelompok dan wilayah pencarian yang berbeda, dan kami mendapat tambahan beberapa penjelasan mengenai penggunaan kompas, peta dan protaktor yang disampaikan oleh Ka Wahyu Mubarok.

Saya mendapatkan kelompok B yang terdiri dari Dian, Ramadhan W, Fachri, Jeni, dan Azzahra. Pertama kali kami menemukan titik koordinat dibelakang Masjid Al-Hurriyah dengan kelompok, selanjutnya di depan LSI, dan tangga dekat dengan koin dan depan Arboretum Lanskap. Setelah itu, kami kesulitan dalam mencari titik selanjutnya dan karena durasi waktu sudah hampir habis akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke tempat awal. Karena belum ada kelompok yang menemukan seluruh bendera, kami diminta untuk mencari kembali. Kami memulai kembali dari tangga dekat koin dan depan Arboretum Lanskap. Kami memutuskan untuk menuju ke gymnasium dan student center sekitarnya hanya saja kami tidak begitu yakin, lalu kami memutuskan untuk ke Auditorium Andi Toyib. Kami memasuki gedung FEM, Fateta, Fema, Arsitektur Lanskap, dan FMIPA. Sampai pada akhirnya kami di depan Auditorium Andi Toyib, lalu mencari Jl. Ulil dan yang kami dapatkan bukan bendera kelompok B tetapi kelompok E. Pada sore harinya, kami mempresentasikan hasil yang kami dapat, lalu kami diberitahu bahwa titik selanjutnya itu di gymnasium dan pintu belakang IPB serta kami mendapat tambahan materi mengenai GPS. Setelah itu, kami diberi waktu ISHOMA dan diminta untuk mendirikan bivak di dekat hutan proyek. Cuaca pada sore itu kurang bersahabat dengan hujan disertai petir membuat kegiatan kami sedikit terhambat. Kami memasak di dekat Warung Bang Rajes dan sebagian peserta MPCA laki-laki mendirikan bivak. Malam harinya, kami dikumpulkan kembali dengan tujuan agar semakin dekat satu dengan lainnya, lalu untuk evaluasi serta membayar seri sampai pukul 10.00 WIB.

Setelah membayar seri sampai pukul 10.00 WIB, kami diinstruksikan untuk beristirahat dan kembali kumpul pada pukul 05.30 WIB dengan kondisi telah siap. Ketika para senior pergi, tiba-tiba peserta MPCA dengan nama lapang Caleuy jatuh dan pingsan. Kami langsung mengecek, memanggilnya, dan mencoba menyadarkannya. Caleuy tidak merespon sama sekali ketika kami panggil dan tepuk-tepuk, lalu nafasnya sangat lemah dan bibirnya pucat. Kami menyadarkannya juga dengan memberi minyak kayu putih, menjaga suhu tubuhnya agar tetep stabil dengan cara memberi minyak putih pada beberapa bagian tubuhnya lalu menggosok-gosokkan pada tangan dan kakinya. Kami pun memberi Caleuy oksigen, dan Caleuy memberi reaksi. Kami telah memberi Caleuy 3 kali oksigen, namun nafasnya masih sangat lemah. Kami disadarkan oleh Fikri untuk mengecek mulutnya Caleuy, di khawatirkan Caleuy menggigit lidahnya seperti pengalamannya. Saat kami cek, ternyata dugaan Fikri benar bahwa Caleuy menggigit lidahnya. Kami mencoba memberi penangganan yaitu membuka mulutnya dan memegang lidahnya, serta memasukkan sendok agar yang digigitnya bukanlah lidah. Pada akhirnya, Caleuy sadar namun terlihat masih kesulitan bernapas. Lalu, kami membantunya dengan memberi oksigen dan tetap mencoba agar Caleuy tetap sadar. Karena sebelumnya, Caleuy sempat kesulitan untuk tersadar dengan beberapa kali kembali pingsan. Setelah beberapa lama, kami membantunya memberi air putih lalu kami sempat memberikan beberapa pertanyaan kepadanya yang dijawab dengan anggukkan. Caleuy pingsan dikarenakan bangun kesiangan sehingga ia tidak sempat memasak untuk sarapan, dan kelelahan akibat jadwal kuliah yang padat dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB lalu belum makan nasi sedikitpun sampai ia datang ke Sekret Lawalata, diperjalanan ia kehujanan saat menuju Sekret Lawalata dan ketika sampai di Sekret Lawalata ia dihukum. Beberapa diantara kami ada yang memasak makanan untuk Caleuy karena saat makan malam tidak ada makanan yang tersisa. Kami mencoba menyuapinya, karena bagaimanapun harus ada makanan yang masuk ke dalam perutnya. Waktu telah menunjukkan pukul 00.30 WIB, dan saat itu Caleuy tidur.

Kami membuat bivak untuk Caleuy sendiri, dan menjaganya secara bergantian. Saat subuh, saya mengecek keadaan Caleuy masih tertidur, dan kondisinya stabil namun saya sempat melihat ia meringis kesakitan pada kepalanya. Saat kami bangunkan ketika akan makan Caleuy sangat sulit dibangunkan, ia hanya meringis kesakitan pada kepalanya. Kami terus mencoba membangunkannya, namun tak kunjung berhasil. Caleuy sempat hampir membuka matanya, namun kembali tertutup dan kembali meringis kesakitan pada kepalanya. Kami menginstruksikan kepada Caleuy untuk terus memaksa dan melawannya, dan ia berusaha mencobanya dan berhasil. Namun, ia tak lama sadar dan ia kembali pingsan. Karena kami bingung harus melakukan apalagi, akhirnya kami membawanya ke Sekret Lawalata dan kami melanjutkan kegiatan.

Kegiatan lapang yang kedua yaitu di Ciampea dengan medan yang tidak kami ketahui sebelumnya dengan mengaplikasikan materi Navigasi Darat dengan kelompok yang berbeda. Saya mendapatkan kelompok C yang terdiri dari Rahma, Fachri, Devi, Datul, dan Jeni. Kami sempat kesulitan dalam menentukan di titik kami berada, dan menentukan ke arah mana harus berjalan. Akhirnya, kami menemukan bendera namun bukan bendera 1 tetapi bendera no. 5. Tapi, kami mencoba untuk mencari bendera selanjutnya dan kami menemukan bendera no. 4, lalu bendera no. 3. Karena waktu yang tersisa sudah tidak banyak lagi. Akhirnya, kami memutuskan untuk kembali. Kami berjalan sudah sampai ke puncak dan melewati beberapa kecamatan. Setelah itu ishoma, dan dilanjutkan dengan evaluasi serta mendiskusikan kembali penyebab peserta MPCA yang ingin keluar. Saat sudah selesai, kami diperbolehkan untuk salat dengan waktu yang diberi menuju ke mushola selama 10 menit. Ketika itu peserta MPCA langsung berlarian mengarah ke mushola yang ada dibawah. Ada hal yang menarik dan berkesan saat ketika berlarian itu, terasa sangat berbeda dan menyenangkan ditambah dengan Sonny dan Ramadhan W berlarian membawa carrier seperti boneka mampang, Lutfi, Kentang, dan yang lainnya. Kami kembali ke IPB menggunakan angkot. Ketika sampai di IPB, kami diminta berlari sampai ke Sekret Lawalata selama 15 menit. Kamipun berlarian sambil bernyanyi mars MPCA, dan sampai di depan Sekret Lawalata dengan waktu 10 menit. Sampai di depan Sekret Lawalata, terlihat Caleuy yang lebih baik dari semalam dan Caleuy membuat susu dicampur madu sebagai permintaan maafnya karena telah merepotkan peserta MPCA lainnya. Kami merasa sangat senang melihat salah satu anggota kami sudah membaik, tetapi kami juga sedih karena harus kehilangan anggota keluarga.

Bagiku, selalu ada ilmu yang dapat dipetik pada setiap kegiatan Lawalata

Ditulis oleh: Amidah Rachmiaty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*