lawalataipb/ December 31, 2018/ Cerita MPCA/ 0 comments

Lapangan ketiga anggota MPCA mempraktikan materi tentang pembacaan peta topografi. Berlokasi di Desa Tapos I Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, kami berangkat pada hari sabtu, 10 November 2018 setelah shalat maghrib. Sebelumnya kami di instruksikan untuk berkumpul di Sekret Lawalata pukul 13.00 tetapi karena kami menunggu dua orang teman yang terkena kemalangan saat perjalanan menuju kampus yaitu Boteng dan Wildan, kami terlambat 60 menit. Lalu kami dimobilisasi ke rumah kosong untuk menebus sebagian hutang kami, setelahnya kami dikumpulkan kembali setelah menunaikan shalat ashar untuk pengecekan PJM. Anggota MPCA masih banyak yang belum melengkapi PJM, terutama untuk PJM kelompok yaitu P3K. Kami juga mendapat kesalahan pada peta yang seharusnya di-copy dengan ukuran yang sama. Setelah shalat maghrib kami berangkat ke tempat praktik lapangan.

Saat tiba disana kami langsung pemanasan untuk trekking ke lapangan kosong, kami diuji kekompakkan dan kedekatan kami sebagai sebuah keluarga kecil, kami juga diingatkan akan kesalahan-kesalahan anggota saat latihan fisik dan ketidaksigapan kami saat lapangan. Kami menyadari bahwa kami belum begitu mengenal satu sama lain, entah karena waktu yang masih belum cukup atau kami merasa cukup hanya dengan mengenal nama, fakultas dan asal mereka padahal sebenarnya itu sangat jauh dari kata cukup. Sekitar jam 00.30 kami tiba di kebun dan dibagi menjadi lima kelompok untuk mendirikan bivak dan makan malam.

Minggu, 11 November 2018 pukul 05.00 kami sudah bersiap-siap untuk ke lapangan tempat kami berkumpul semalam. Kami disana jogging untuk persiapan lapangan. Sebelum praktik materi dimulai kakak dari Lawalata me-review kembali materi yang telah kami dapatkan dari Kak Syavin, kami juga dibantu untuk menemukan titik awal posisi kami, setelah itu kami dibagi menjadi 10 kelompok. Saya satu kelompok dengan Rama dan Soni setelah mendapat titik yang harus kami tuju, semua anggota MPCA berkumpul dulu di rumah kosong untuk pembagian air dan konsumsi makanan ringan. Titik yang kelompok kami tuju itu berada di sekitar perbatasan vegetasi dan masih di Desa Tapos 1. Setelah sampai di sekitar perbatasan vegetasi pohon pinus kami mencari di sekitarnya tetapi tidak ketemu, lalu kami bertemu dengan kelompok Umar lalu mereka menyarankan agar kami pergi ke arah rumah kosong didekat lembah, setelah kami kesana kami bertemu dengan kelompok Erick yang baru saja menemukan titik koordinat baru. Disitu kami melakukan orientasi medan dan pengecekan ulang titik kami. Setelah dirasa benar lalu kami mencari disekeliling rumah kosong tersebut tetapi tetap tidak ada kertas petunjuk selanjutnya.

Kami memutuskan untuk lebih membesarkan lingkaran atau radius titik kami sehingga kami juga mencari kedalam vegetasi, sekalian mencari sumber air untuk mengisi persediaan air kami yang sudah sedikit, kami berkeliling sekitar enam kali dan kembali lagi ke rumah kosong tersebut sampai tiga kali dengan mencoba semua percabangan jalan sampai akhirnya kami bertemu kelompok Lutfi, kelompok mereka juga belum menemukan kertas petunjuk selanjutnya, mengingat waktu yang sebentar lagi akan habis kami memutuskan untuk kembali ke rumah kosong tempat kami menyimpan carrier, setelah itu kami kembali ke lapangan awal bertemu dengan kelompok lainnya. Setelah waktu untuk praktik navigasi darat selesai, kami diberi waktu untuk shalat dan makan.

Kegiatan selanjutnya adalah evaluasi praktik navigasi darat yang dipimpin oleh Kak Syavian, kami diberitahu kesalahan-kesalahan selama praktik dan juga diberitahu bahwa navigasi akan selalu kami terapkan di setiap lapangan oleh karena itu kami harus terus belajr tentang navigasi. Dari 10 kelompok yang dibentuk hanya 5 kelompok yang berhasil mendapat satu kertas petunjuk berikutnya, sementara 5 lainnya tidak. Untuk kegiatan lapang kali ini kami menggunakan peta topografi dimana dalam peta itu hanya terdapat garis kontur, interval kontur, dan garis batas wilayah. Setelah evaluasi selesai dilaksanakan kami diberi waktu untuk shalat ashar. Setelah shalat ashar kami membayar semua hutang seri kami, selain itu kami juga mendapat beberapa masukan dan motivasi dari anggota luar biasa Lawalata. Pada lapang ke tiga ini, empat orang teman kami mendapat nama lapang yaitu Jugul, Selen, Itik, dan Cireng.

Sekitar pukul 19.00 kami trekking kembali ke bawah ke tempat angkot-angkot yang akan mengantar kami kembali ke kampus. Sesampainya di sekret kami diberi teh hangat oleh kakak Lawalata dan kami melakukan penutupan acara dan kembali ke asrama. Di lapangan kali ini kami juga kehilangan tiga anggota MPCA mereka mengundurkan diri yaitu Rizky, Alfafa, dan Saepul.

Ditulis oleh: Novita Mellinia W

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*