lawalataipb/ December 31, 2018/ Cerita MPCA/ 0 comments

Sabtu, 24 November 2018, lapangan kali ini adalah SAR. Sama seperti biasanya, kami berkumpul di sekret pukul 08.00 lalu pengecekan PJM. Pukul 09.30 kami naik ke gedung PKM atas untuk menerima materi dari BASARNAS yang disampaikan oleh Pak Anggit M Satoto. Saat materi dijelaskan bahwa SAR dalah segala usaha dan kegiatan mencari, menolong, menyelamatkan, dan mengevakuasi dalam keadaan darurat/bahaya. Terdapat beberapa tahapan dalam operasi SAR, yaitu tahap menyadari, tahap tindak awal, dan perencanaan operasi. Teknik yang digunakan dalam pencarian korban tersesat ada beberapa macam, bisa dengan tracking atau mengikuti jalur, look out atau melihat di tempat yang lebih tinggi, camp-in yaitu menetap dan membuat suara-suara agar korban bisa menemukan sumber suara, string line dengan memberi tanda yang ditempelkan di pepohonan atau yang lainnya, dan trash trap yaitu dengan menata sampah di sepanjang jalan yang dimungkinkan akan dilewati korban lalu di cek setiap beberapa menit. Metode lain yang digunakan dalam pencarian yaitu dengan open grid atau close grid, yaitu dengan berjajar satu shaf dengan jarak 2-5 m lalu berjalan lurus untuk mencari korban. Materi selesaiĀ  pada pukul 11.15, kemudian kami diberi waktu ishoma. Setelah ishoma kami bersiap untuk masuk ke angkot dan berangkat menuju lokasi.

Perjalanan kami menuju ke arah kanan dari IPB, lalu sebelum jembatan ada pertigaan belok kiri, lalu setelah berjalan cukup jauh terdapat minimarket di sebelah kanan dan setelahnya ada gang lalu masuk kesana. Disana kami turun di Tenjolaya Park, dan berjalan menuju atas. Lokasi kali ini ternyata sama dengan lokasi saat Navdar 2. Sesampainya pada pukul 14.30 kami mengeluarkan peta yang kami bawa. Lalu kak Dela memberi suatu permasalahan yaitu adanya kecelakaan pesawat yang korbannya sudah di evakuasi dan kami harus mencari barang penting yang hilang akibat kecelakaan itu. Kami pun segera menuju koordinat yang sudah ditentukan. Karena kami tidak bertanya benda penting apa yang harus kami temukan, kami pun sedikit kebingungan mencari benda tersebut. Setelah berjalan cukup jauh ke atas, kami memutuskan untuk berhenti dan melihat keadaan sekitar, lalu kami memutuskan untuk meninggalkan carrier di tempat itu dan melihat lagi ke atas. Saat di atas ada senior yang menghampiri kami dan menanyakan apakah kami yakin dengan titik yang kami tuju. Setelah banyak berbincang, kami pun memutuskan untuk turun ke tempat carrier kami berada. Saat perjalanan turun kami menemukan sebuah GPS yang terdapat koordinat yang ditentukan. Sebelum sempat menindaklanjuti GPS yang kami temukan, kami diintruksikan untuk berkumpul dan diberi waktu untuk ishoma dan membangun bivak.

Malam harinya, kami praktek membuat api tiap individu. Kami kesulitan untuk membuat api karena ranting, rumput, bahkan korek api dan pemantiknya pun lembab, sehingga semakin mempersulit kami untuk membuat api. Setelah praktek membuat api, kami kembali melakukan pengecekan PJM lalu dilanjutkan dengan pembagian kelompok untuk praktek sandi morse. Disana kami dibagi menjadi 4 kelompok lalu mempraktekkan sandi morse dengan menggunakan senter dan pluit. Kalimat berasal dari kelompok 1 dan diteruskan sampai kelompok 4, lalu kelompok 4 menyampaikan hasilnya. Dari 2 kali percobaan, masih banyak kesalahan yang terjadi. Setelahnya, kami beristirahat. Pagi harinya kami berkumpul pukul 07.00 lalu melakukan pemanasan. Pagi ini kami kembali dibagi menjadi 3 kelompok untuk kembali praktek SAR. Intruksi yang diberikan kami harus menemukan daypack berwarna coklat dan biru, setelah beberapa jam tidak satupun kelompok yang menemukan tas itu. Akhirnya kami pun diintruksikan untuk berkumpul lalu kembali mencari tas itu bersama-sama dan akhirnya tas itu berhasil ditemukan di semak-semak yang hampir menuju lembahan.

Kami kembali praktik SAR, namun kali ini yang kami cari adalah 3 orang teman kami. Saat itu kami mencari mereka secara bersamaan tanpa dibagi kelompok. setelah beberapa kali naik turun punggungan dan lembahan, kami menemukan sebuah lapangan luas dan kami memutuskan untuk berhenti sejenak. Disana kami dibagi menjadi 2 kelompok untuk mempercepat pencarian. Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 namun kami masih belum menemukan korban, akhirnya salah seorang senior menghentikan pencarian dan kami kembali ke tempat sebelumnya. Sesampainya di tempat, kami ISHOMA dan bersiap-siap pulang. Perjalanan pulang kali ini berbeda, kami harus berjalan kaki untuk sampai di kampus. Kami memperkirakan perjalanan akan berlangsung selama 5 jam, namun kenyataannya perjalanan kami tempuh selama 7 jam dengan jarak 14 km. Kami tiba di kampus pada pukul 22.55, dan itu artinya jamal sudah terlewat, kami pun tidur di PKM. Namun sebelum tidur kami diintruksikan untuk mandi dan makan agar bisa beristirahat dengan nyaman.

Ditulis oleh: Sylvia Devi Ani

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*