lawalataipb/ March 7, 2019/ Catatan Perjalanan, Cerita Anggota, Kelompok Minat/ 0 comments

Hai! nama saya Mustofa, biasa dipanggil Kentang. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya pada saat melakukan kegiatan pengenalan Kelompok Minat (KM) manusia lingkungan (ML) di desa Tapos pada tanggal 23-24 Februari. Sebelum berangkat pada hari Jumat (22 Februari) kemarin, kami diberi materi oleh senior kami di Lawalata. Setelah selesai pemberian materi, kami langsung melakukan persiapan untuk kegiatan keesokan harinya. Pada saat persiapan, kami mempersiapkan segalanya dari persiapan materi, games, konsumsi dan biaya yang kami perlukan. Selesai rapat kami langsung istirahat. Esok harinya, kami sebenarnya ingin berangkat pukul 06.00. Namun karena kami sedikit terlambat, kami sampai ke Desa Tapos pukul 08.15 dan terlambat 15 menit.


Kegiatan awal yang akan kami lakukan di Desa Tapos adalah memberikan materi Pelajaran Lingkungan Hidup (PLH) kepada anak-anak SD Desa Tapos. Kami memberikan materi sesuai dengan apa yang kami sepakati pada saat rapat persiapan yaitu tentang ekosistem, pentingnya menjaga lingkungan, hal yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan dan juga tentang sang pencipta alam. Kegiatan mengajar kami lakukan dari pukul 08.25 hingga 11.00 yang berlangsung menyenangkan. Kami menutup kegiatan mengajar dengan menari ayam bersama.

Setelah mengajar kami melakukan Istirahat, Sholat, Makan (Ishoma). Selesai Ishoma, kami seharusnya disebar dan live in di rumah warga. Namun karena adanya kendala, kami undur terlebih dahulu rencana tersebut dan mencoba untuk berbicara dengan ketua RT Desa Tapos tentang kelanjutan kegiatan yang akan kami lakukan. Sembari menunggu, kami membahas hasil yang akan kami dapatkan setelah menginap dan melakukan wawancara pada warga Desa Tapos. Setelah menunggu sekitar 1 jam, kami mendapatkan solusi sehingga kegiatan menginap dirumah warga kami lakukan. Sebelum berangkat menuju rumah warga, kamj terlebih dahulu pergi menuju sanggar yang merupakan tempat berkegiatan bagi anak-anak Tapos. Bertepatan pukul 13.00, di sanggar tersebut terdapat latihan menari jaipong. Saya dan kelompok saya ikut bergabung mengikuti latihan menari jaipong.

Tidak lama setelahnya, kami beristirahat di bawah saung yang berada di sanggar itu. Kami belum makan siang sehingga dua orang dari kelompok kami pergj untuk membeli makan. Kemudian turun hujan yang cukup deras sehingga kami segera merapikan barang. Tiba-tiba warga yang tinggal di sanggar itu menghampiri kami. Dia memberi kami sebuah tempat sementara yang dapat kami tinggali. Setelah lama menunggu teman kami yang membeli makan, kami langsung menyantap makan siang kami.

Tepat pukul 05.00 kami disebar di beberapa rumah warga. Kebetulan sekali, saya ditempatkan di rumah warga yang merupakan pensiunan di bidang kehutanan. Beliau bernama Pak Ujang (62). Pak Ujang bekerja di kehutanan selama 33 tahun 7 bulan. Saat saya sampai dirumahnya, saya disambut hangat oleh keluarganya. Saya langsung memulai pembicaraan. Walaupun Pak Ujang bekerja di bidang kehutanan, ternyata Pak Ujang kurang memahaminya karena beliau fokus pada tanaman kayu.

Pak Ujang memberitahu saya bahwa sekarang beliau bekerja sebagai pembuat cuka kayu. Karakteristik cuka kayu adalah memiliki warna hampir mirip seperti bensin. Cuka kayu berasal dari cairan dalam kayu. Ternyata cuka kayu memiliki banyak manfaat seperti penghilang hama dan obat luka dalam. Setelah mendengar hal tersebut, saya berfikir ternyata obat-obatan tidak berasal dari tumbuhan saja namun dari kayu pun bisa.

Setelah berbincang cukup lama, kami pergi ke warung terdekat untuk membeli makan. Kemudian kami memasak mie bersama dan menyantapnya. Sebelum istirahat, Pa Ujang memberitahu saya bahwa jika ingin mengenal tumbuhan obat, beliau menyarankan saya untuk menemui Pa Otang atau ketua RW Desa Tapos. Mereka lebih mengenal tumbuhan obat. Setelah itu, saya tidur dan bangun pagi pukul 06.00 disitu saya langsung mandi dan menunggu Pak Ujang. Kami makan bersama. Tepat pukul 08.40, saya dijemput oleh teman saya kemudian saya berpamitan kepada Pak Ujang dan keluarganya. Pukul 08.50 kami berkumpul di sanggar. Tempat kami berkumpul merupakan tempat anak-anak Desa Tapos berkegiatan. Kami memberikan materi tentang origami dan mengajarkan anak-anak membuat burung kertas. Kemudian kami bercanda ria bersama dan bermain games hingga pukul 11.00 tepat. Setelah bermain, kami berkumpul dan makan bersama. Sembari menunggu angkutan, kami saling berbagi cerita. Pukul 13.00 kami berangkat menuju sekret lawalata.

Ditulis oleh : Mustofa Assegaf (AM)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*