lawalataipb/ April 5, 2019/ Berita Utama, Catatan Perjalanan, Cerita Anggota, Kelompok Minat/ 0 comments

Pada Hari Sabtu (30/03/ 2019), Anggota Muda (AM) Lawalata Institut Pertanian Bogor (IPB) berangkat ke Citereup, Bogor, Jawa Barat. Kami berangkat ke sana sebelum shalat maghrib dengan menggunakan dua mobil milik Oger. Di perjalanan, kami sempat mengalami masalah. Mobil Oger mogok di tengah jalan dan jalan pun menjadi macet. Sesampainnya di tujuan, kami langsung menuju lokasi kawasan karst dan mendirikan camp disana untuk istirahat karena sudah larut malam. Keesokan harinya, kami melakukan pengenalan Kelompok Minat (KM) Lawalata Caving Division (LCD) Lawalata IPB. Kami dibagi menjadi dua kelompok untuk memasuki gua karena di dalam tempatnya sempit. Kelompok pertama yaitu OT, Sahut, Jangeng, Nopan, Bulma, dan Banyu yang dipandu oleh Ka Karat, Ka Ciba, Ka Pikun dan Ka Wanieun, sedangkan kelompok kedua yaitu Cireng, Oger, Selen, Jugul, DB, dan Alot yang dipandu oleh Ka Waywong dan Ka Tukay.

Kelompok pertama masuk ke dalam gua pada jam 08.30 WIB dan diberi waktu hanya dua jam, namun mereka keluar dari gua terlambat dua jam sehingga mereka keluar dari gua jam 12.30 WIB. Kami kelompok dua sempat kesal menunggu kelompok satu yang lama keluar dari gua. Pada jam 13.30 WIB cuaca sudah mulai gelap yang menandakan akan hujan. Kami, kelompok dua, pun langsung bersiap-siap dan pemanasan untuk masuk ke gua. Baru saja kami akan masuk ke mulut gua, rintik hujan (gerimis) turun. Kami tetap lanjut walaupun gerimis karena rasa penasaran kami yang terlalu tinggi dan tidak mempedulikan situasi. Ini merupakan pengalaman pertama Saya masuk ke gua. Saat Saya turun ke gua, ternyata tidak hanya pemandangan di atas puncak saja yang indah dan cantik, tetapi di bawah tanah (gua) pun tidak jauh kalah pemandangannya. Saya jalan menelusuri lorong gua melihat ornamen-ornamen di dinding gua yang cantik dan kami menemukan hewan-hewan gua semacam belalang, laba-laba, dan seperti kaki seribu.

Hal yang paling saya sukai di dalam gua yaitu chamber (ruangan besar seperti aula). Kami hanya berfoto di chamber. Seharusnya kami masih bisa melanjutkan penelusuran lebih dalam lagi, namun waktu sudah menunjukkan jam 14.30 WIB dan kami harus keluar dari gua. Baru saja beberapa menit kami keluar dari chamber, tiba-tiba Kak Bakel dan Kak Ciba datang. Mereka berdua menyampaikan informasi kondisi di luar yang hujan deras sehingga menyuruh kami untuk segera keluar dari gua. Terlihat air di gua sudah mulai tinggi dari sebelumnya dan air pun mengalir deras. Kami pun panik setelah mendengar situasi tersebut, namun kami mencoba untuk tetap tenang. Ka Ciba dan Ka Waywong mencoba untuk keluar terlebih dahulu, sedangkan AM, Kak Tukay dan Kak Bakel menunggu di lorong. Setelah mengecek keluar, Kak Ciba datang kembali ke dalam dan menyuruh Saya untuk menginstruksikan Jugul, Alot, dan DB untuk keluar. Kami ber empat bersama ka Waywong menuju ke luar gua. Karena terburu-buru keluar, saya tidak sadar bahwa headlamp yang saya gunakan tidak ada di helm. Sudah pasti headlamp tersebut jatuh saat saya berjalan keluar karena terbentur-bentur oleh dinding. Sialnya lagi, headlamp tersebut milik Kak Karat. Tetapi Alhamdulillah kami selamat keluar dari gua. Saya pun harus menggantikan headlamp Kak Karat yang mahal. Kami langsung mengganti pakaian dan makan. Pukul 16.30 WIB kami sudah siap berangkat pulang ke rumah kami, sekretariat Lawalata,  dengan kondisi tim sehat, berpengalaman, dan senang.

Lawalata! Jaya!!!

Ditulis oleh: Raihan (AM)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*