lawalataipb/ August 11, 2019/ Aksi, Ekspedisi Lawalata, Press Release/ 0 comments

Pembukaan kegiatan penanaman mangrove di pantai Kelurahan Mamboro Induk, Kota Palu

Lawalata IPB berperan dalam kegiatan petualangan yang berwawasan lingkungan hidup. Sudah 3 tahun sejak Lawalata IPB bergerak dalam bidang kemaritiman. Tahun ini Lawalata kembali melakukan kegiatannya di Teluk Palu dengan nama Ekspedisi Putri Bahari. Topik yang diangkat adalah kondisi pesisir Teluk Palu pasca bencana tsunami tahun 2018 kemarin. Kegiatan Lawalata IPB selama berada di Teluk Palu yaitu berupa pengambilan data perubahan garis pantai dan perubahan vegetasi mangrove di pesisir Teluk Palu. Metode yang digunakan adalah tracking pantai dan analisis vegetasi mangrove. Selama berkegiatan Lawalata IPB bekerjasama dengan Mahasiswa Pencinta Alam Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Mapala Sagarmatha).

10 Agustus diperingati sebagai Hari Konservasi Alam Nasional. Momen ini digunakan Lawalata dan Sagarmatha untuk melakukan kegiatan bersama dengan teman-teman pencinta alam lainnya agar lebih kenal dan dekat dengan alam khususnya mangrove. Mangrove berperan sangat penting bagi ekosistem salah satunya sebagai pemecah gelombang untuk mengurangi abrasi air laut dan bisa juga digunakan sebagai peredam tsunami.

Tanggal 8 Agustus 2019, Lawalata IPB dan Sagarmatha melakukan kunjungan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Palu untuk membahas kegiatan penanaman mangrove. Pertemuan tersebut dihadir juga oleh kelompok pemerhati lingkungan seperti Penabulu, Mangrovers, dan Mongabay. Adapun hasil akhir dari pertemun tersebut disepakati bersama untuk bibit akan dibantu oleh rekan-rekan Jaringan Arsitektur Indonesia (Jari) Sulteng sebanyak 300 bibit, adapun penyiapan ajir (tiang penyangga bibit mangrove), lokasi, undangan, dan teknis acara diserahkan seluruhnya kepada Lawalata dan Sagarmatha.

Di Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Palu

Tanggal 9 Agustus 2019 setelah melakukan kegiatan sosialisasi Siaga Bencana dan Pendidikan Lingkungan Hidup di SD Negeri 2 Talise, Tim Lawalata dan Sagarmatha membagi peran untuk pengambilan data kebutuhan Tim Ekspedisi Putri Bahari, sekaligus pengambilan bibit mangrove, pencarian bambu untuk pembuatan ajir, serta penyebaran undangan penanaman.

Sosialisasi Siaga Bencana dan Pendidikan Lingkungan Hidup di SD Negeri 2 Talise.

Penanaman mangrove 300 bibit dilakukan di Pantai Kelurahan Mamboro Induk, Kota Palu. Rekan-rekan yang diundang juga cukup antusias, tercatat 186 peserta yang hadir dengan berbagai macam latar belakang. Terima kasih kepada Genbi Sulteng,  Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih, MPA Wanacikal, Ikatan Duwis Sulteng, Forum Anak Nusantara, Maritim Muda, Earth Hour, Kampast Nepal, LPA Bulava, Stiple, Kacamata Outdoor, KPA Orz-Sat, KPLH Wanajaya, MPA Unismuh Luwuk, Samudera, Mapala Santigi, Pendaki Indonesia, PI Palu, Koko Cici, Spalacita, SMA Negeri 3 Palu, MPA Stylosa, KPA Terminalia, KPA Kapas, KPA Trikora Montolutusan, Mapala Marabunta, Jari Sulteng, Aliansi Jurnalis Independent Palu, Koci Sulteng, PV, Konsultan, Valempa’a, KPA Celebes, Penabulu, dan Mangrovers, yang telah hadir dalam kegiatan. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00-12.00 WITA. Setelah penanaman dilakukan pula aksi bersih-bersih pantai sisa penanaman.

Terima kasih banyak kepada Mapala Sagarmatha yang telah banyak membantu selama Tim Ekspedisi Putri Bahari tiba di Teluk Palu. Harapannya terdapat monitoring dari teman-teman yang ikut berkegiatan agar kegiatan yang telah dilakukan terus berkelanjutan.

Ditulis oleh

Lestari / L-377

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*