lawalataipb/ June 4, 2020/ Uncategorized/ 1 comments

6th ERC (Environmental Research Center) IPB Webinar.


                Pada setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai hari lingkungan hidup se-dunia. Pada kesempatan ini Lawalata IPB (Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor) berkolaborasi dengan PPLH IPB (Pusat Penelitian Lingkungan Hidup) menyelenggarakan seminar daring dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup internasional. Seminar ini mengusung judul Maleo the Heart of Wallacea dengan tema Maleo si unik, cantik, nan endemik, simbol hati dari Bumi Sulawesi.Seminar daring akan dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2020 pada pukul 13.00-15.00 WIB via Zoom Meeting. Lawalata IPB mengajak para penggiat lingkungan hidup, pecinta satwa khususnya burung, dan mahasiswa,  juga masyarakat umum lainnya untuk berpartisipasi menjadi peserta dalam seminar ini.

                Lawalata IPB mengundang beberapa pihak yang kompeten dibidangnya. Mulai dari Bapak Abdul Haris Mustari selaku dosen dari departemen konservasi sumberdaya hutan dan ekowisata (KSHE) IPB yang akan membuka sesi materi dengan mengulas keanekaragaman hayati satwa Pulau Sulawesi. Disambung oleh Burung Indonesia yang akan membahas tentang ragam burung-burung endemik yang berhabitat di Wallacea. Kemudian masuk ke tema pokok seminar yaitu “Maleo sebagai jantung hati Pulau Sulawesi” yang akan dipresentasikan oleh EPASS (Enchanching The Protected Area System in Sulawesi for Biodiversity Conservation) dan dilanjutkan oleh WCS (Wildlife Conservation Society) yang akan mengupas tentang “Konservasi Maleo”, terlebih dikawasan TNBNW (Taman Nasional Bogani Nani Wartabone). Setelah pemaparan materi dari tiap narasumber berakhir, akan diadakan sesi pembahasan yang masih dalam panduan moderator. Para pembahas antara lain yakni PPLH IPB selaku badan riset tentang lingkungan hidup di IPB, dan Lawalata IPB selaku perkumpulan mahasiswa pecinta alam yang pernah berekspedisi dengan kajian maleo pada tahun 2018 silam, juga tentu dari pihak TNBNW selaku pemangku lokasi konservasi maleo terbesar di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

                Setelah materi dan pembahasan selesai, maka dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Akan dibuka dua termin pertanyaan dengan tiap termin diberikan kesempatan untuk dua orang penanya. Setiap pertanyaan akan dicatat oleh moderator yang kemudian akan dijawab dan diulas oleh para narasumber. Apabila dua termin pertanyaan sudah ditutup, maka moderator akan memaparkan kesimpulan hasil seminar pada kesempatan kali ini. Demi kelancaran acara, maka akan dilakukan gladi bersih atau simulasi seminar daring pada Kamis, 4 Juni 2020 pukul 16.00 WIB, satu hari sebelum webinar diselenggarakan.

                Para pemateri akan mendapatkan e-sertifikat dari PPLH IPB sebagai bentuk apresiasi telah berpartisipasi dalam seminar daring lingkungan hidup kali ini. Tak lupa kami dari Lawalata IPB mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada PPLH IPB, Dept. KSHE IPB, Burung Indonesia, WCS, EPASS, dan Balai TNBNW atas kerjasama dan ilmunya. Semoga silatuhami diantara kita tidak akan terputus, dan jika ada kesempatan nanti mungkin kita bisa berkumpul dan diskusi kembali sambil minum kopi.

Untuk materi webinar dapat diakses disini:

https://bit.ly/MateriWebinarMaleo

1 Comment

  1. Aliansi Konservasi Tompotika (AlTo) telah bekerja dengan Maleo di wilayah Tompotika, Sulawesi Tengah sejak 2006. AlTo mengelola dua nesting ground alami Maleo, yang terbaik di dunia, di Desa Taima dan Toweer, Kab Banggai dengan pendekatan tanpa intervensi manusia – Keep wildlife in the wild. Sayang disayangkan, tidak ada perwakilan AlTo di Webminar tentang Maleo ini. Diskusi Maleo di Sulawesi tanpa perwakilan AlTo ibarat makan tanpa garam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*