lawalataipb/ June 8, 2020/ Uncategorized/ 0 comments

Salam lestari,
Salam literasi,
dan salam edukasi
Selamat Hari Laut Se-Dunia !

Semoga laut semakin lestari, dan manusia semakin mengerti bahwa laut bukan hanya warisan dengan kekayaan yang melimpah melainkan juga sebagai titipan generasi mendatang yang ingin merasakan nikmatnya lautan.

            Puji syukur yang setinggi-tingginya penulis persembahkan kepada Allah SWT atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan karya yang berjudul Scientific Adventure: Riset Perairan Umum. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Keluarga Besar Lawalata IPB yang sudah memberikan banyak pelajaran dan pengalaman, terlebih juga kepada anggota kelompok minat Tirta Lawalata IPB yang sudah melatarbelakangi terciptanya karya ini.

Kelompok Minat (KM) Tirta merupakan kelompok minat yang dibentuk untuk mewadahi minat anggotanya terhadap lingkungan perairan baik sungai, danau, pesisir, maupun laut. Perairan seperti sungai dan laut terutama terkait dengan riset-riset atau studi mengenai kualitas air.

Semoga karya ini bermanfaat bagi manusia air Lawalata IPB, juga untuk seluruh anggota Lawalata IPB, atau bahkan para pecinta alam utamanya kawasan perairan dimanapun keberadaannya.

Jakarta, 8 Juni 2020
Penulis,



Ziadatunnisa Ilmi Latifa
L-405

Perairan Umum

Perairan umum (open water) adalah bagian dari permukaan bumi yang secara permanen atau berkala tergenang oleh air (tawar, payau, laut) mulai dari garis pasang surut terendah kearah daratan badan air yang dapat terbentuk secara alami atau buatan. Perairan umum tersebut diantaranya adalah sungai, danau, waduk, rawa, goba dan genangan air lainnya (telaga, embung, kolong-kolong dan legokan).
Dasar Hukum Pengelolaan Perairan Umum:
1.      Undang-undang No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan
2.      Undang-undang No. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup
3.      Undang-undang No. 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekslusif Indonesia
4.      Undang-undang No. 9 Tahun 1985  tentang Perikanan
5.      Peraturan Pemerintah (PP) No. 23 Tahun 1982 tentang Tata Pengaturan Air
6.      PP No. 23 Tahun 1982 tentang Irigasi
7.      PP No. 31 Tahun 1993 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
8.      PP No. 15 Tahun 1984 tentang Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati Di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia
9.      PP No. 15 Tahun 1990 tentang Usaha Perikanan

Riset di Kawasan Perairan Umum

Terdapat aspek-aspek penting yang dapat dijadikan kajian untuk riset di kawasan perairan umum, dari beberapa kajian dibawah ini dapat dipilih salah satu ataupun kombinasi:

1.      Aspek biologi   
–   Kekayaan dan kelimpahan jenis sumber daya hayati (ukuran dan kecenderungan populasi)   
–   Waktu reproduksi setiap jenis biota perairan (spawning) dan waktu pengasuhan anak (nursery time)
2.      Aspek ekologi
·         Kondisi habitat sumber daya hayati
·         Kondisi relung ekologi (niche) sumber daya hayati perairan
3.      Aspek sosial ekonomi dan budaya
·         Valuasi ekonomi sumber daya hayati dan ekosistemnya
·         Potensi pengembangan kawasan perairan sebagai destinasi tujuan ekowisata bahari
·         Kearifan lokal
4.      Aspek tata kelola (institusi) dan pengelolaan kawasan konservasi perairan,
·         Aturan main formal dan informal terkait dengan pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya perairan
·         Pihak-pihak yang menyediakan, melaksanakan dan menegakan aturan main dan interaksi antarpihak tersebut.

Berdasarkan tujuan dan kegunaannya bagi pengelolaan kawasan konservasi,
penelitian dapat dibagi menjadi tiga jenis berikut ini:

a)     Penelitian dasar atau murni, merupakan penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan/ ilmu baru yang sebelumnya pernah diketahui terkait dengan suatu kawasan konservasi.
b)     Penelitian terapan, merupakan penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah masalah pengelolaan kawasan konservasi melalui penerapan pengetahuan/ilmu yang diperoleh dari penelitian dasar.
c)      Penelitian dan pengembangan, merupakan penelitian yang digunakan untuk dengan penelitian terapan dan bersifat ”longitudinal” atau dilaksanakan secara bertahap.
 
Berdasarkan tingkat kealamiahan tempat penelitian, penelitian dapat dibagi menjadi tiga
metode, seperti berikut:
a) Eksperimental, yaitu penelitian yang dilakukan di suatu tempat (laboratorium) yang terkontrol sehingga tidak terdapat pengaruh dari luar dan digunakan untuk mencari pengaruh dari perlakuan tertentu.
b) Survei, yaitu penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data dari tempat alamiah melalui perlakuan tertentu.
c) Naturalistik, yaitu penelitian yang digunakan untuk meneliti pada tempat yang alamiah dan tidak membuat perlakuan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan peneliti yaitu mengumpulkan data dengan pendekatan emik (emic view) atau berdasarkan pandangan dari sumber data, bukan pandangan peneliti.

LAWALATA IPB DAN RISET PERAIRAN INDONESIA

Perkumpulan Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor yang akrab disebut Lawalata IPB merupakan wadah bagi mahasiswa IPB dan alumni Lawalata untuk tidak sendirian dalam mengekspresikan jiwa yang bebas merdeka, alamiah, spontan, dan jujur, “suatu nilai yang identik dengan alam itu sendiri” yang selalu bertindak mengikuti nurani serta terus menerus mencari jalan untuk mengalahkan diri sendiri dengan prinsip tidak akan menyakiti alam beserta isinya serta berusaha mempertahankan perbedaan karakter tiap anggota dengan menyadari bahwa setiap makhluk hidup memiliki keunikan.

Lawalata IPB merupakan salah satu perintis perkumpulan mahasiswa dibidang kepecintaalaman. Salah satu andil Lawalata IPB bagi dunia pecinta alam adalah memperkenalkan sisi kegiatan pecinta alam yang berbeda dari yang dipopulerkan Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) atau ratusan kelompok pecinta alam yang lain. Lawalata IPB menonjolkan sisi lingkungan dan bukan sekadar alam (nature). Lawalata IPB mempunyai ciri khas yaitu lebih bergerak di bidang lingkungan hidup daripada sekadar petualangan. Dalam setiap kegiatannya, Lawalata selalu mengedepankan prinsip riset lingkungan dalam kemasan petualangan yang berwawasan ilmu pengetahuan, termasuk dalam setiap ekspedisinya.

Ekspedisi Maritim Lawalata IPB

Sejak tahun 2017 Lawalata mulai menggagas kajian pesisir yang menjadi topik utama permasalahan untuk dijadikan latar belakang berekspedisi. Gagasan terkait ekspedisi maritim pertama kali lahir dari sebuah pemikiran anggota yang kala itu menjadi pengurus Lawalata IPB periode 2017/2018, beliau adalah Fikrunnia Adi Prasojo (L-371). Gagasan ini disambut baik dan terbukti sukses dibawah komando Adi dan tim dalam ekspedisi maritim perdana Lawalata IPB.

Pada Agustus 2017 Lampung Timur menjadi saksi berlangsungnya ekspedisi arahan kapten Adi yang saat itu juga menjabat selaku ketua pelaksana Ekspedisi Pesisir Lampung Timur. Ekspedisi tersebut berlokasi di Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur dengan total anggota sebanyak 12 orang. Tema yang diambil dalam ekspedisi maritim perdana Lawalata IPB yaitu ekosistem mangrove dan keterkaitannya dengan masyarakat pesisir khususnya potensi wisata bahari dan pengelolaan berkelanjutan. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi banyak pihak seperti pemerintah daerah, masyarakat, maupun penggiat lingkungan.

Ekspedisi Pesisir Lampung Timur merupakan bukti pertama sejarah kontribusi Lawalata IPB terhadap riset perairan umum Indonesia. Dimana pada ekspedisi ini data primer yang diambil meliputi data mangrove beserta biota yang hidup disekitarnya (udang, ikan, burung, dll.), data oseanografi (pasang surut), juga data sosial ekonomi masyarakat. Dengan adanya ekspedisi maritim perdana Lawalata, timbul semangat-semangat baru yang mendasari keberlanjutan ekspedisi maritim selanjutnya, yakni Ekspedisi Teluk Balikpapan 2018 dan Ekspedisi Putri Bahari 2019.

Ekspedisi Teluk Balikpapan pada Agustus 2018 silam mengambil isu yang hangat pada masanya. Tumpahan minyak yang terjadi di perairan Teluk Balikpapan mengakibatkan kerusakan lingkungan terutama pada ekosistem padang lamun. Ekspedisi maritim kedua dibawah komando Rendra Kurniawan (L-365) dan berkolaborasi dengan banyak pihak, seperti FWI (Forest Watch Indonesia), LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Indonesia), hingga KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan). Poin penting dari riset pada ekspedisi ini adalah ancaman terhadap populasi dugong (Dugon dugon) di Teluk Balikpapan yang disebabkan oleh pembukaan areal mangrove dan formasi hutan pantai. Lokasi pengamatan dugong berada di Kariangau, Pulau Balang, Pulau Kwangan, Jenebora, Pantai Longo, dan Berenga di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Selain menghitung kepadatan lamun sebagai pakan utama dugong, tim ekspedisi juga menganalisis hubungan antara maasyarakat sekitar dengan eksistensi dugong.

Selanjutnya pada tahun 2019, Lawalata IPB kembali menggagas ekspedisi dengan kajian bahari. Sebuah ekspedisi yang mengangkat tema bencana alam dan lingkungan. Pasca tsunami dan bencana alam lainnya yang menimpa Kota Palu, Lawalata IPB terpanggil untuk menilik lebih dalam apa saja dampak bencana terhadap lingkungan dan masyarakat. Kesempatan langka bagi lima perempuan pemberani Lawalata IPB yang dikepalai oleh Indriani Widya Wati (L-397) untuk berekspedisi di inti hati Pulau Sulawesi, Palu Sulawesi Tengah. Dengan dibantu oleh banyak pihak, ekspedisi ini dapat berjalan sukses. Kajian mangrove menjadi fokus utama dalam ekspedisi ini, namun kegiatan tim lebih dari sekedar menganalisis kawasan mangrove semata. Kegiatan mengajar di sekolah dasar terdampak tsunami, kegiatan menanam bibit mangrove disepanjang pantai bersama pecinta lingkungan dan para pihak yang bersangkutan se-Sulawesi Tengah menjadi sebuah kegiatan yang tidak kalah pentingnya bagi tim ekspedisi saat itu.

Klik tautan berikut untuk melihat dokumenter nya
https://www.youtube.com/watch?v=O82ubiqzE24

Kegiatan Kelompok Minat Tirta Lawalata IPB

Selain berekspedisi di bidang maritim, Lawalata IPB dan riset perairan umum tidak hanya pada cakupan pesisir saja. Kelompok minat tirta menjadi wadah bagi anggota Lawalata IPB untung menyalurkan minat dan hobinya dalam bidang perairan. Dalam kesempatan Ekspedisi Pandawa: Petualangan dan Jelajah Potensi Alam Lawalata IPB pada tahun 2018, kelompok minat tirta turut serta didalamnya. Ekspedisi ini bertajuk The Amazing Karst of Ciampea yang mana merupakan gabungan dari beberapa kegiatan KM (kelompok minat)  seperti susur gua (LCD: Lawalata Caving Division), GH (gunung hutan), FF (flora dan fauna), D’Panta (panjat tebing), ML (manusia dan lingkungan) dan juga Tirta yang dilaksanakan di bukit kapur Ciampea, Bogor.

Kajian hidrologi menjadi topik riset utama bagi manusia air (anggota KM tirta) yang dalam ekspedisi tersebut. Pengumpulan data titik lokasi mata air, penghitungan kualitas air, hingga pemanfaatan sumber air oleh masyarakat merupakan makanan sehari-hari. Ciampea dipilih sebagai lokasi ekspedisi karena Ciampea merupakan tempat bermain terdekat Lawalata IPB dan juga menjadi wilayah yang memiliki banyak potensi.

Disamping riset yang serius dan medalam seperti yang sudah disebutkan diatas, kelompok minat tirta juga memiliki agenda rutin yang sangat dinanti seluruh anggotanya. Pengarungan jeram yang menjadi kegiatan unggulan KM tirta selalu jadi hal yang dinantikan oleh anggota Lawalata IPB. Cerita singkat pada kesempatan awal tahun 2020, Lawalata IPB melakukan pengarungan jeram di Sungai Cianten Bogor. Pengarungan tersebut menjadi salah satu pengarungan terbesar yang pernah dilakukan oleh Lawalata IPB sepanjang sejarah, dimana pada pengarungan tersebut terdapat tujuh buah perahu karet turun ke sungai. Rute yang cukup panjang ditempuh dari Jembatan Cijengkol dan berakhir di Jembatan Cidokom, meninggalkan banyak kesan dan pengalaman tak terlupakan.

Sepanjang pengarungan, kami melihat dan mempelajari langsung berbagai morfologi sungai, menerapkan SOP pengarungan dengan tertib, mencoba teknik-teknik penyelamatan, hingga mengasah kemampuan mendayung. Lelah belum merasuki tubuh, kami melanjutkan kegiatan dengan mengambil sampel biotilik (untuk menganalisis kualitas air berdasarkan jenis organisme didalam air) serta juga sampel kualitas air (untuk menghitung oksigen terlarut, derajat keasaman). Kelompok minat tirta selalu memegang teguh, scientific adventure dan akan selalu mengedepankan sisi lingkungan yang dibungkus dengan petualangan.

Sekian.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*