lawalataipb/ May 12, 2021/ Catatan Perjalanan/ 0 comments

Hari migrasi burung sedunia diperingati pada tiap tahunnya, tepatnya pada rentang pekan kedua bulan Mei. Peringatan hari migrasi burung sedunia (Word Migratory Bird Day, WMBD) merupakan bentuk usaha meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan kerjasama internasional yang dibutuhkan untuk melestarikan burung-burung yang bermigrasi. Burung migran adalah julukan bagi burung yang melakukan migrasi di musim dingin ke tempat lain yang lebih hangat untuk mencari makan maupun berkembangbiak. Selama bermigrasi, burung migran tersebut membutuhkan tempat singgah untuk beristirahat dan mencari makan.

Pengamatan burung migrasi di Hutan Lindung Angke Kapuk menjadi agenda yang rutin dilakukan oleh pecinta satwa terbang tersebut tiap tahunnya, seperti penggiat konservasi, peneliti, pecinta alam, bahkan masyarakat umum sekalipun. Pada kesempatan kali ini, perayaan WMBD jatuh pada tanggal 8 Mei 2021 yang berlangsung dibulan Ramadhan dengan situasi pandemi corona yang masih berjalan. Tentu hal tersebut bukan halangan untuk mengamati burung migran yang akan tetap terbang mengunjungi Indonesia, namun penting untuk menerapkan protokol kesehatan agar kegiatan terasa aman dan nyaman. Pihak-pihak yang kali ini terlibat merupakan hasil inisiatif Yayasan KEHATI melalui program Biodiversity Warriors (BW) in campus yang mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam perhelatan WMBD tahun ini. Tidak hanya di Jakarta, wilayah lainnya juga ikut serta meramaikan, seperti di Yogyakarta, Kalimantan Timur, dan Padang. Kegiatan yang berpusat di Jakarta, diikuti oleh perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Mahasiswa Pecinta Alam Eka Citra Universitas Negeri Jakarta (Mapala Eka Citra UNJ), Mahasiswa Pecinta Alam Institut Pertanian Bogor (LAWALATA IPB), Pramuka Saka Wana Bhakti, ASNation, dan beberapa jurnalis.

Acara dimulai pada sekitar pukul 07.00 WIB dengan kondisi cuaca yang bersahabat. Tim dibagi menjadi dua, dengan menggunakan dua buah perahu sebagai moda transportasi saat melakukan pengamatan burung diatas Sungai Angke. Pengamatan burung migran dibekali alat seperti binokuler, kamera, serta buku panduan lapangan untuk mengidentifikasi jenis burung yang ditemukan. Setiap burung yang dilihat, akan dicatat nama spesies, jumlah individu, waktu, serta aktivitas apa yang sedang dilakukan. Aktivitas burung yang umum dilakukan ketika pengamatan adalah bertengger di pohon, terbang, dan berjemur. Pengamatan dilakukan selama 2 jam, setelah mengumpulkan data dari kedua tim, hasil yang diperoleh yaitu terdapat 25 jenis spesies burung dengan total 180 individu.

Spesies yang ditemukan diantaranya yakni Cangak abu, Blekok sawah, Cangak merah, Kowak malam kelabu, Itik benjut, Walet linchi, Kuntul kecil, Bondol peking, Pecuk padi hitam, Cucak kutilang, Punai gading, tekukur, dan masih banyak lagi. Beberapa spesies dilindungi juga ditemukan pada pengamatan kali ini, seperti Bangau bluwok (Mycteria cinerea) dan Pecuk ular asia (Anhinga melanogaster). Satu spesies juga merupakan jenis burung migran yang berasal dari Afrika dan wilayah Eurasia (Eropa-Asia), burung Trinil pantai (Actitis hypoleucos).

Penulis: Ziadatunnisa Ilmi Latifa

Lawalata IPB 2021

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*