lawalataipb/ June 23, 2021/ Webinar/ 0 comments


Keanekaragaman hayati adalah kekayaan atau bentuk kehidupan di bumi, baik tumbuhan, hewan, mikroorganisme, genetika yang dikandungnya, maupun ekosistem, serta proses-proses ekologi yang dibangun menjadi lingkungan hidup (Primak et.al dalam Kuswanda 2009). Hal ini sangat berkorelasi dengan kehidupan kita (manusia), tentu juga sebagai seorang pemuda kita harus sadar bahwa keanekaragaman hayati itu sangat penting untuk dijaga guna kehidupan yang berkelanjutan di bumi ini.

Sabtu, (22/6/2021) Perkumpulan Mahasiswa Pencinta Alam Lawalata IPB mengadakan Webinar Series 2 Season 2 dengan tema “Perspektif Milenial tekait Keanekaragaman Hayati di Indonesia” dengan mengundang berbagai pemateri di masing-masing bidangnya, diantaranya Rizky Anggara (Ketua PC. Sylva Indonesia IPB), Muhammad Imam (Ketua Bidang Unit Konservasi Fauna), Pandu Askaria (Ketua Fisheries Diving Club IPB), dan Zufar Fauzan E (Ketua Umum Lawalata IPB). Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan dibuka oleh Adam Maulana selaku Master of Ceremony Lawalata IPB dengan menyambut para pemateri dan mengenalkan moderator yaitu Fikrunnia Adi P selaku Anggota Lawalata IPB. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dipandu oleh moderator.

Sebagai pembuka sesi diskusi, Muhammad Khoir selaku anggota BW (Biodirvesity Warriors) menjelaskan mengenai gerakan BW ini, baik itu dari arah gerak, sejarah, serta kegiatan yang ada di BW ini. Setelah itu dimulai penyampaian materi oleh narasumber.

Penyampaian materi pertama, disampaikan oleh Rizky Anggara selaku Ketua PC Sylva Indonesia IPB. Rizky menjelaskan mengenai Kehutanan dalam kacamata Undang-Undang, klasifikasi hutan, data kondisi dan luas kehutanan di Indonesia. Akhib r pemaparanya Rizky menyampaikan dua pesan, yang pertama “Rubah pola pikir kita. Kita selalu menyimpulkan persoalan hanya dengan satu kacamata, padahal ada banyak kacamata untuk memperluas pengetahuan kita soal persoalan itu”. Kedua, Rizky berpesan “Implementasikan ilmu yang sudah kita miliki” artinya jangan selalu mencari, tapi tetap laksanakan yang sudah ada, ucapnya sebelum mengakhiri pemaparanya.

Penyampaian materi kedua, disampaikan oleh Muhammad Imam selaku Ketua Bidang di Unit Konservasi Fauna Imam menjelaskan kondisi fauna di Indonesia dengan memaparkan data tahun 2013-2019 satwa endemik di Indonesia dan satwa yang terancam punah di Indonesia. Menurutnya, satwa endemik di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang unik. Untuk itu marilah bersama-sama menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, tuturnya ketika memaparkan materi. Diakhir penyampaianya Imam memberikan pesan yaitu “Ayo jaga lingkungan, mulai dengan tidak buang hasil sobekan kopi sembarangan” ucapnya sebelum mengakhiri pemaparanya.

Penyampaian materi ketiga, disampaikan oleh Pandu Aksara selaku ketua umum Fisheries Diving Club IPB. Pandu menjelaskan kegiatan Fisheries Diving Club dan sharing terkait ekosistem terumbu karang, memaparkan data terumbu karang, menjelaskan faktor kerusakan maupun ancaman ekosistem terumbu karang, dan terakhir, menjelaskan potensi dan cara menjaga ekosistem terumbu karang di Indonesia. “ Sebelum berbicara ke orang lain, berbicara kediri kita sendiri, sudah peduli apa kah kita dengan lingkungan? Sebagai generasi Milenial kita bisa menjadi influencer untuk orang sekitar kita dulu mengenai pentingnya peduli lingkungan salah satunya terumbu karang” pesan Pandu sebelum mengakhiri pemaparan materinya.

Sesi akhir materi disampaikan oleh Zufar Fauzan E selaku Ketua Umum Lawalata IPB. Zufar menjelaksan bagaimana manusia dan lingkungan saling membutuhkan, keanekaragaman hayati dari kacamata pencinta alam Lawalata IPB, menampilkan cuplikan video dokumenter Ekspedisi Punan Semeriot, dan aksi upaya Lawalata IPB dalam menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia. “ Sudah sepatutnya generasi muda sebagai jembatan dari generasi sebelumnya kepada generasi yang akan datang untuk menjaga, sebagai titipan untuk anak cucu kita nanti”, ucap Zufar sebelum mengakhiri pemaparan materinya.

Setelah semua narasumber menyampaikan materinya, moderator membuka sesi diskusi dan para peserta tampak interaktif dalam sesi diskusi ini. Ada beberapa pertanyaan yang diberikan oleh para narasumber, dan dijawab oleh para narasumber sesuai dengan pengalaman dan bidangnya masing-masing.

Setelah sesi diskusi berakhir, moderator mengembalikan ke MC untuk memandu jalannya acara. Setelah itu MC memberikan apresiasi dengan sertifikat dan cendramata untuk moderator, dan para narasumber. Di penghujung acara MC memberikan pengumuman pemenang untuk sayembara desain masker yang diadakan sebelum kegiatan dan diberikan hadiah menarik oleh panitia Lawalata IPB Webinar Series 2 Season 2.

Webinar kali ini sangat memberikan wawasan mengenai keanekaragaman hayati, khususnya di Indonesia. Kegiatan ini salah satu bentuk edukasi kepada masyarakat, khususnya para pemuda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan Indonesia.

Daftar pustaka :

Kuswanda W P, Mudiana, Ginting J. 2009. Potensi dan Strategi Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Batang Gadis [internet] [http://bpk-aeknauli.org/] diakses 22 Mei 2021.

Author:

Muhammad Anugerah Raharjo (Anggota Lawalata IPB)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*