lawalataipb/ October 24, 2021/ Ekspedisi Lawalata, Webinar/ 0 comments

Pariwisata merupakan sektor yang berperan penting sekaligus memiliki prospek yang menjanjikan bagi perekonomian negara terutama negara berkembang seperti Indonesia. Dengan segala potensi yang dimiliki Indonesia,baik sumber daya alam yang melimpah maupun kekayaan tradisi dan budaya yang dimiliki perlu berbagai inovasi yang dikembangkan guna mengotimalkan potensi-potensi tersebut. Tak hanya memanfaatkannya secara optimal, pelestarian untuk menjaga sumber daya yang dimiliki juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini mendorong perlunya pariwisata yang diarahkan pada lingkungan alam yang eksotis yang dipadukan dengan sosial budaya masyarakat. Pariwisata seperti ini dikenal juga dengan sebutan ekowisata.

Webinar Hasil Ekspedisi Lawalata IPB 2021 dengan tema “Enjoy Tourism and Be Responsible to Nature” yang dilaksanakan pada hari Minggu,24 Oktober 2021 turut menghadirkan pembicara-pembicara dari berbagai kalangan dari bidang ekowisata. Acara ini juga dibuka dengan pidato pembuka dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B. B. A., M. B. A. .Selain itu Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Kehati, Rika Anggraini, turut memberikan pidato singkat sebagai pembuka webinar.

Setelah mendengar pidato pembuka dari Pak Sandiaga Uno dan Ibu Rika Anggraini, sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi. Materi pembuka diawali oleh Ibu Eva Rachmawati, S.Hut., M. Si. Beliau merupakan salah satu Dosen Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor. Materi yang disampaikan yaitu terkait ekowisata dan dampaknya bagi masyarakat. Bu Eva menyampaikan beberapa prinsip dasar ekowisata serta dampak kegiatan ekowisata bagi beberapa aspek. Menurut beliau, setidaknya ada lima hal yang menjadi prinsip dasar ekowisata. Pertama, ekowisata merupakan semua bentuk wisata alam yang motivasi wisatawannya dalam mengamati alam serta budaya tradisional yang ada. Kedua, ekowisata mencakup kegiatan edukasi dan interpretasi dalam pelaksanaannya. Ketiga, ekowisata biasanya diorganisir oleh grup-grup kecil dan diharapkan grup tersebut berasal dari komunitas lokal.. Keempat, ekowisata diharap bisa meminimalisir dampak negatif baik terhadap alam maupun lingkungan sosial budaya. Terakhir, dalam ekowisata terdapat penerapan prinsip-prinsip konservasi.

Selain itu,beliau menyampaikan beberapa dampak dari kegiatan ekowisata,baik dampak postif maupun negatif. Satu hal yang menjadi tantangan utama saat ini yaitu adanya ketidak seimbangan distribusi dari manfaat tersebut. Setidaknya ada tujuh aspek yang dapat terkena dampak kegiatan baik wisata maupun ekowisata meliputi dampak fisik, biologi, sosial, ekonomi, budaya, psikologi, dan politik. Ada beberapa hal yang menjadi penentu dampak wisata yang akan ditimbulkan,diantaranya tipe kegiatan wisata, pengunjung, proporsi pengeluaran, kerentanan kawasan, dan masih banyak lagi. Poin-poin yang disampaikan beliau begitu menarik dan membuka wawasan serta mendorong peserta webinar untuk menggali lebih dalam terkait konsep ekowisata itu sendiri terutama bagi yang masih awam dengan istilah ekowisata.

Materi selanjutnya dipaparkan oleh Bapak M. Nurdin Razak selaku founder of Indonesia Ecotourism Institute. Beliau menyampaikan bahwa ekowisata tidak bisa disamakan dengan wisata alam. Salah satu ciri khas dari ekowisata yaitu “seeking emotion, not destination”. Pada saat mengakselerasi ekowisata di suatu wilayah,maka yang menjadi fondasi utama yaitu mindset, skill set,dan tool set. Beliau memberikan beberapa studi kasus dalam penerapan ekowisata yang ada di Indonesia khususnya di Taman Nasional Manusela.

Memadukan potensi dan pasar yang ada merupakan hal penting dalam sistem ekowisata. Suatu aktivitas ekowisata, bukan hanya destinasinya saja yang perlu ditonjolkan tetapi bagaimana menciptakan pengalaman yang membekas sehingga pengunjung bisa mendapat nilai-nilai dari aktivitas yang dilakukan. Nilai ini membutuhkan pengetahuan agar bisa tersampaikan. Terdapat dua pilar utama ekowisata yaitu lingkungan yang mencakup aspek ABC (Abiotik,Biotik,dan Culture) dan edukasi. Kedua pilar ini perlu dipadukan guna menciptakan sebuah nilai yang bisa disampaikan kepada khalayak.

Materi pamungkas pada acara Webinar Hasil Ekspedisi Lawalata dan BW IPB 2021 dipaparkan oleh Rahmadan Khairul Huda selaku Ketua Tim Ekspedisi Pandawa II. Rahmadan atau yang akrab dipanggil Rama ini merupakan salah satu anggota Perkumpulan Pencinta Alam Lawata IPB dan Biodiversity Warriors IPB. Rama selaku ketua tim memaparkan hasil Ekspedisi Pandawa II dengan kajian yang diangkat yaitu studi potensi wisata dan analisis kesiapan pengembangan wisata masyarakat sekitar Wisata Situ Dewa Dewi Cipiit.

Ekspedisi Pandawa II dilatar belakangi oleh tiga hal. Pertama yaitu pentingnya ekowisata sebagai salah satu solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kedua,belakangan ini ekowisata menjadi salah satu tren yang ramai diperbincangkan sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu pilar dalam wisata Indonesia. Ketiga, mendukung terjaganya kelestarian alam di sekitar Situ Dewa Dewi Cipiit karena tak jauh dari lokasi ekspedisi, terdapat tambang yang kemungkinan lambat laun akan terus merambah dan dapat mengancam potensi sumber daya alam yang ada di sekitari Situ Dewa Dewi Cipiit.

Ekspedisi ini melibatkan lima kelompok minat yang ada di Lawalata. Kelompok minat tersebut yaitu gunung hutan, manusia lingkungan, tirta, flora fauna, dan Lawalata Cave Division. Hasil dari Ekspedisi Pandawa II dipetakan sesuai dengan kelompok minat tersebut. Dalam kelompok minat manusia lingkungan diperoleh dua aspek penilaian yang diteliti,yaitu kriteria sosial ekonomi masyarakat dan faktor penunjang wisata. Kesimpulan yang didapat secara keseluruhan yaitu aspek tersebut dinilai baik namun diperlukan persiapan skill dan pengetahuan bagi masyarakat. Selanjutnya hasil penelitian kelompok minat tirta diperoleh nilai indeks kesesuaian wisata sebanyak 2,38 yang artinya wisata ini sengat sesuai dijadikan tempat wisata apabila dilihat dari aspek perairannya. Kelompok minat gunung hutan menghasilkan output berupa peta dasar Wisata Situ Dewa Dewi Cipiit. Lalu kelompok minat flora dan fauna memperoleh data terkait potensi flora dan fauna yang ada di sekitar Situ Dewa Dewi Cipiit dan Puncak Pandawa. Banyaknya jenis pohon dan satwa yang terlihat terutama burung di sepanjang jalur pendakian Puncak Pandawa dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Terakhir,kelompok minat LCD memperoleh data terkait kondisi dan potensi yang dimiliki Gua Legok Picung yang terletak tak jauh dari Situ Dewa Dewi Cipiit.

Setelah sesi pemaparan materi selesai, sesi selanjutnya yaitu diskusi dan tanya jawab. Beberapa poin yang menjadi pertanyaan yaitu terkait peran sosial masyarakat dalam ekowisata, realisasi ekowisata di beberapa daerah, hingga implementasi ekowisata itu sendiri. Sesi diskusi membuka wawasan lebih dalam lagi terkait penerapan ekowisata di Indonesia dengan studi kasus yang dipaparkan oleh narasumber dari berbagai perspektif.

Sebagai penutup dari narasumber, moderator mempersilakan masing masing narasumber untuk memberikan closing statement. Pak Nurdin menyampaikan beberapa pesan yang cukup dalam untuk direnungkan. “Apa tujuan hidup anda?”, sebuah pertanyaan yang terlontar dari beliau yang mengingatkan kembali kepada kita untuk merenungkan apa tujuan akhir dari hidup kita masing-masing. Rama,selaku narasumber ketiga turut menambahkan dengan berpesan untuk semua pilihlah pilihan hidup yang terbaik,bukan yang mudah agar kita bisa berkontribusi dan membantu yang lain bukan hanya diri sendiri. Terakhir, moderator menyimpulkan ekowisata tak hanya persoalan berkunjung di suatu tempat semata melainkan juga turut berkontribusi dalam aksi-aksi yang mengedepankan aspek-aspek keberlanjutannya.

Materi webinar dapat diakses di: https://ipb.link/materi-whe2021

Penulis:
Annisa Nur Awalia (L-465)
Lawalata IPB 2021

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*